Eropa
Makin Percaya Diri, Jerman, Austria, dan Swiss Cabut Berbagai Pembatasan Covid-19
Jerman akan melonggarkan pembatasan Covid-19 karena gelombang infeksi dari varian virus corona Omicron tampaknya telah melewati puncaknya.
TRIBUN-MEDAN.com - Jerman akan melonggarkan pembatasan Covid-19 karena gelombang infeksi dari varian virus corona Omicron tampaknya telah melewati puncaknya.
Setelah pertemuan dengan para kepala negara bagian pada Rabu pagi, Kanselir Olaf Scholzz mengatakan, Jerman siap menatap masa depan dan percaya diri menghadapi Covid-29. Namun, dia mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir.
“Setelah dua tahun yang panjang ini, kondisi membaik lagi dan sepertinya itulah yang kami di masa depan,” kata Scholz kepada wartawan setelah pertemuan seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (17/2/2022).
Kemudian dalam sebuah tweet, Scholz mengatakan sementara kasus Covid-19 masih relatif tinggi, namun trennya "tidak lagi meningkat".
“Kami sekarang dapat melonggarkan pembatasan selangkah demi selangkah, tetapi kami harus terus berhati-hati,” katanya.
Dalam rencana tiga tahap, pemerintah setuju untuk mencabut pembatasan pertemuan pribadi di dalam ruangan bagi mereka yang divaksinasi atau pulih dari virus dalam beberapa hari. Pemeriksaan di toko non-esensial untuk bukti vaksinasi atau hasil tes negatif akan dihentikan, tetapi masker tetap diperlukan.
Pada fase kedua mulai 4 Maret, ukuran maksimum yang diizinkan untuk acara di luar ruangan akan meningkat menjadi 25 ribu orang dan klub malam akan dibuka kembali untuk mereka yang telah menerima tiga dosis vaksin atau mereka yang memiliki dua dosis vaksin ditambah tes Covid negatif.
Orang Jerman yang tidak divaksinasi akan diizinkan masuk ke restoran dengan tes negatif mulai 4 Maret.
Semua pembatasan utama, termasuk persyaratan untuk bekerja dari rumah, akan berakhir pada 20 Maret, tetapi persyaratan untuk menjaga jarak dan memakai masker di dalam ruangan dan di transportasi umum akan tetap berlaku setelah 19 Maret.
Swiss dan Austria juga mengumumkan akan mencabut hampir semua pembatasan Covid-19 mereka meskipun virus masih beredar kuat.
Pemerintah Swiss mengatakan kondisinya tepat untuk "normalisasi cepat" kehidupan secara nasional.
Mulai Kamis, satu-satunya persyaratan virus corona yang berlaku di Swiss adalah kewajiban untuk mengisolasi diri selama lima hari setelah tes positif dan memakai masker di transportasi umum dan di lembaga perawatan kesehatan. Namun, aturan tersebut akan berakhir paling lambat akhir Maret.
"Dewan Federal mengambil keputusan untuk mencabut sebagian besar tindakan untuk menahan pandemi virus corona," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.
“Masker dan sertifikat Covid tidak lagi diperlukan untuk memasuki toko, restoran, tempat budaya, dan tempat serta acara publik lainnya.
“Kewajiban memakai masker di tempat kerja dan anjuran bekerja dari rumah juga akan berakhir.”
Kanselir Austria Karl Nehammer mengatakan pemerintahnya akan membatalkan sebagian besar pembatasan mulai 5 Maret.
Nantinya hanya berlaku aturan mengenakan masker di toko-toko kebutuhan pokok dan di transportasi umum bersama dengan pembatasan masuk di rumah sakit dan tempat-tempat lain dengan kelompok rentan. (Al Jeezara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aturan-2G-jerman.jpg)