News Video

Puluhan Sopir Truk Unjuk Rasa di Kantor Dishub Kudus Terkait UU Over Dimension Over Load (ODOL)

Puluhan sopir truk tersebut ternyata tengah melakukan aksi protes menolak Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang penindakan over

Editor: heryanto
Sopir di Kudus Demo Tuntut Kejelasan Aturan tentang Kendaraan Over Dimension Over Load (Odol) 

Puluhan Sopir Truk Unjuk Rasa di Kantor Dishub Kudus Terkait UU Over Dimension Over Load (ODOL)

TRIBUNMEDAN.COM, KUDUS - Puluhan sopir truk asal Kabupaten Kudus mengendarai truknya konvoi di sejumlah ruas jalan Kabupaten Kudus, Kamis (17/2/2022).

Selain itu, mereka juga menggeruduk Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus di Jalan HM Subchan.

Para sopir memarkirkan truk mereka di sepanjang ruas jalan itu. Beberapa di antaranya juga turut memasukkan truk ke halaman parkir Dishub dan melakukan orasi.

Puluhan sopir truk tersebut ternyata tengah melakukan aksi protes menolak Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang penindakan over dimension over load (ODOL).

Mereka menilai, undang-undang tersebut sangat tidak berpihak pada para pelaku jasa angkut di Indonesia. Satu diantara sopir yang turut dalam kegiatan tersebut Ali Ikhsan mengatakan, bila nanti undang-undang tersebut diterapkan dengan maksimal, maka akan ada kenaikan pada harga pangan dan bangunan di Indonesia.

Hal tersebut merupakan imbas dari normalisasi muatan yang diatur dalam undang-undang tersebut.

Dia mencontohkan, jika sebuah truk tronton biasanya mengangkut beras seberat 30 ton sekali jalan kini harus dua kali jalan karena beratnya dinormalisasi menjadi 12 ton.

“Dua kali jalan kan, tidak mungkin kalau transportasinya mahal tapi beras itu tadi tidak naik (harganya, red). Normalnya saja kalau biasanya ongkos perjalanannya sekali ini dibuat tiga kali karena normalisasi, ya tidak mungkin barangnya tidak naik,” katanya.

Ali mengatakan aksi yang dilakukan kali ini bukan hanya untuk kepentingan sopir maupun pengusaha jasa angkut saja, melainkan untuk semua masyarakat Indonesia.

“Kami minta mereka (pemerintah) merevisi UU tentang penindakan Odol, nanti yang rugi bukan hanya kami, tapi masyarakat Indonesia,” tegasnya. Konvoi dari para sopir truk sendiri sempat membuat kemacetan di sejumlah ruas jalan Kabupaten Kudus.

Aparat kepolisian yang turun juga diketahui sempat terlibat adu mulut dengan sejumlah oknum sopir. Walau demikian, kegiatan yang dilanjutkan dengan audiensi tersebut berjalan dan berakhir dengan lancar. (*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved