Breaking News:

Rusia vs Ukraina

AKHIRNYA PECAH Tembakan di Ukraina Timur, Rusia Tuding Aktivitas Militer Amerika dan NATO

Situasi di perbatasan Ukraina dikabarkan memanas. Tembakan demi tembakan mulai terdengar.Apakah perang yang sebenarnya antara Rusia dan Ukraina

Editor: Salomo Tarigan
AFP via tribuntimur
Pasukan perang Ukraina di perbatasan siap hadang serangan Rusia 

TRIBUN-MEDAN.com - Situasi di perbatasan Ukraina dikabarkan memanas.

Tembakan demi tembakan mulai terdengar.  

Apakah perang yang sebenarnya antara Rusia dan Ukraina sudah dimulai?

Ledakan dan tembakan artileri sudah terdengar di Ukraina Timur,
Ledakan dan tembakan artileri sudah terdengar di Ukraina Timur, (24h)

Terkini, Kementerian Luar Negeri Rusia telah merilis tanggapan negaranya untuk Amerika Serikat (AS) atas pengajuan proposal keamanan di Eropa Timur.

Dalam dokumen tersebut, kementerian itu secara khusus menekankan tidak dapat diterimanya tuntutan untuk menarik pasukan Rusia dari wilayah tertentu negara itu.

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (18/2/2022), kementerian tersebut menunjukkan bahwa Rusia prihatin atas aktivitas militer AS dan NATO yang berkembang secara langsung di dekat perbatasan Rusia, sementara 'garis merah' dan kepentingan keamanan inti serta hak kedaulatan Rusia masih diabaikan.

Baca juga: HASIL LIGA EROPA Tadi Malam: Barcelona Seri Lawan Napoli, Atalanta vs Olympiakos 2-1

"Seperti ultimatum untuk menarik pasukan dari daerah-daerah tertentu di wilayah Rusia disertai dengan ancaman sanksi yang lebih keras, ini tidak dapat diterima dan merusak prospek untuk mencapai kesepakatan nyata," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Tidak hanya itu, kementerian itu juga kembali menekankan bahwa Rusia tidak merencanakan 'invasi' ke Ukraina.

Itulah sebabnya 'pernyataan tentang tanggung jawab Rusia atas eskalasi hanya dianggap sebagai upaya untuk memberikan tekanan dan mendevaluasi proposal Rusia tentang jaminan keamanan'.

Rusia meyakini bahwa untuk meredakan situasi di sekitar Ukraina, 'pada dasarnya penting' untuk menerapkan serangkaian langkah.

Termasuk penghentian pasokan senjata ke Ukraina, penarikan kembali semua penasihat dan instruktur Barat dari sana, serta penolakan terhadap negara-negara NATO agar tidak mengadakan latihan bersama dengan Angkatan Bersenjata Ukraina.

"Dalam hal ini, kami menarik perhatian anda pada fakta bahwa setelah pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Moskwa pada 7 Februari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa kami terbuka untuk dialog dan menyerukan 'memikirkan kondisi keamanan yang stabil dan setara' untuk semua peserta dalam kehidupan internasional," tegas Kementerian Luar Negeri Rusia.

Menyinggung masalah keamanan Eropa, kementerian tersebut mencatat bahwa Rusia 'dihasilkan dari fakta bahwa penempatan unit Angkatan Bersenjata Rusia di wilayahnya, tidak dapat mempengaruhi kepentingan fundamental AS'.

"Kami ingin mengingatkan anda bahwa kami tidak memiliki pasukan di tanah Ukraina," jelas Kementerian Luar Negeri Rusia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved