Damak Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia dan Ukraina Tekan Laju IHSG Hingga Pengaruhi Rupiah

Perang antara Rusia dan Ukraina turut membawa dampak buruk bagi laju IHSG dan pergerakan rupiah

Editor: Array A Argus
thikstockphotos
Ilustrasi - IHSG menguat. (thikstockphotos) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Konflik antara Rusia dan Ukraina turut membawa dampak buruk bagi perekonomian di Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan itu tertekan akibat perang Rusia Ukraina ini. 

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menjelaskan, pelaku pasar berspekulasi bahwa ini menjadi pintu masuk perang yang lebih besar antara Rusia dan Ukraina.

"Pekan ini pasar akan lebih bergerak dengan dorongan masalah geopolitik di Eropa. Sementara itu, sajian data-data ekonomi yang paling berpengaruh baru akan datang di dua hari terakhir perdagangan pekan ini," ujarnya, Minggu (20/2/2022).

Baca juga: MINYAK Goreng Langka, Pengamat Ekonomi Beberkan Hal Ini yang Jadi Penyebabnya

Ia menjelaskan, sekalipun nantinya rilis data dari Amerika Serikat membaik, namun juga dapat ditafsirkan sebagai kemungkinan yang lebih meyakinkan akan dilakukannya Taper Tantrum.

"Saya memperkriakan IHSG di pekan ini akan kembali berada dalam tekanan. Di mana potensi IHSG untuk diperdagangkan dikisaran 6.730 hingga 6.770 sangat terbuka.

IHSG masih akan sulit naik seiring dengan ketidakpastian masalah politik di Eropa. Sementara itu, mata uang rupiah juga berpeluang mengalami tekanan. Walaupun tekanan Rupiah saya perkriakan sifatnya terbatas," bebernya.

Sementara itu, untuk harga emas dunia, lanjut Gunawan, ia melihat memang berpotensi naik. 

Baca juga: Sandiaga Uno Mengklaim Sektor Ekonomi Kreatif Berhasil Menambah 800 Ribu Lapangan Kerja

"Sejauh ini emas sedang bertengger dikisaran $1.900 per ons troy. Emas memilki peluang untuk mendekati harga $2.000 per ons troy di pekan ini. Terlebih jika Rusia benar-benar menginvasi Ukraina. Kinerja harga emas diperkirakan akan lebih banyak tertahan oleh faktor teknikal," ucapnya.

Masih dikatakan Gunawan, sementara itu, harga emas akan sangat diuntungkan dengan eskalasi perang yang terus meningkat. 

Di sisi lainnya, Gunawan menilai peluang pasar keuangan untuk bergerak di zona hijau tetap terbuka di pekan ini. 

"Jika konflik di Eropa membaik, maka peluang pasar keuangan berbalik di zona hijau sangat terbuka. Dan potensi tersebut berpeluang terjadi di pertangahan pekan hingga tutup perdagangan. Meskipun bisa saja terjadi sebaliknya dimana tekanan berlangsung dalam sepekan penuh," jelasnya.

Baca juga: Menko Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 di Atas 5 Persen

Dalam memanasnya kedua negara, Gunawan memprediksi, pekan ini potensi pasar bergerak volatile sangat terbuka. 

"Pelaku pasar akan berhati-hati di pekan ini. Kejutan-kejutan baru secara tiba-tiba dipasar keuangan masih berpeluang terjadi.

Sehingga pelaku pasar sebaiknya terus mengupdate perkembangan geopolitik di Eropa, guna meminimalisir potensi resiko yang kerugian yang signifikan," pungkasnya(mft/www.tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved