Perang Rusia Ukraina

BREAKING NEWS: Ukraina Sepakat Delegasi Berunding di Perbatasan Belarus

Perkembangan tersebut menandai kemungkinan tanda pertama dari de-eskalasi dalam invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina

Tayang:
Image AP via Republicworld.com
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dia telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko, bahwa negosiator dari Kyiv dan Moskow akan bertemu di perbatasan Ukraina-Belarus.

Financial Times melaporkan, Minggu (27/2/2022), bahwa perkembangan tersebut menandai kemungkinan tanda pertama dari de-eskalasi dalam invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina yang diperkirakan telah merenggut ribuan nyawa.

"Para politisi telah sepakat bahwa delegasi Ukraina akan bertemu dengan delegasi Rusia tanpa prasyarat di perbatasan Ukraina-Belarusia, dekat sungai Pripyat," bunyi pernyataan di halaman Facebook Zelenskyy, Minggu.

“Alexander Lukashenko telah mengambil tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua pesawat, helikopter, dan rudal yang ditempatkan di wilayah Belarusia tetap berada di darat selama perjalanan, pembicaraan, dan kepulangan delegasi Ukraina,” tambah pernyataan itu.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko berbicara selama konferensi pers dengan mitranya dari Rusia setelah pembicaraan mereka di Kremlin di Moskow, 18 Februrari 2022.
Presiden Belarus Alexander Lukashenko berbicara selama konferensi pers dengan mitranya dari Rusia setelah pembicaraan mereka di Kremlin di Moskow, 18 Februrari 2022. (Sergei GUNEYEV / Sputnik / AFP)

Bahkan ketika tentara Ukraina terus berusaha memerangi pasukan Rusia selama invasi dalam beberapa hari terakhir, Zelenskyy telah berulang kali menyerukan negosiasi untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.

Sebelumnya, dia menolak tawaran Rusia untuk mengadakan perundingan di Belarus karena wilayah negara itu telah digunakan sebagai tempat pasukan Rusia untuk mengempur wilayah Ukraina.

Zelensky malah menawarkan untuk mengadakan pembicaraan di Warsawa dan negara-negara netral seperti Swiss. (Financial Times)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved