Rusia vs Ukraina
HARI INI Rusia dan Ukraina Duduk Bersama, Ribuan Jenazah Militer Minta Dikuburkan Secara Terhormat
Sekitar 200 tentara Rusia, beberapa di antaranya berusia 19 tahun, tidak terlatih sama sekali, perlengkapannya buruk.
Dikutip dari Kyiv Independent, Minggu (27/2/2022) menurut Kementerian Pertahanan Ukraina dijelaskan setidaknya 4.300 tentara Rusia dikabarkan tewas dalam pertempuran itu. Sebanyak 53 pesawat ditembak jatuh masing-masing 27 pesawat tempur dan 26 helikopter. Termasuk 146 tank dan 49 senjata artileri ikut dihancurkan, termasuk dua drone dan 200 militernya turut diamankan pihak Ukraina.
TRIBUN-MEDAN.COM - Pembicaraan antara delegasi Rusia dan Ukraina akan dimulai pada Senin(28/2/2022) pagi waktu Belarus.
"Ini bukan penundaan, pertemuan akan dimulai pada pagi hari. Alasannya adalah logistik delegasi Ukraina," kata sumber TASS.
Dikutip Tribunnews.com dari laman TASS, Senin (28/2/2022), Pembantu Presiden Rusia, Vladimir Medinsky yang memimpin delegasi Rusia dalam pembicaraan itu mengatakan bahwa sebelumnya kesepakatan telah dicapai dengan pihak Ukraina pada hari Minggu untuk mengadakan pembicaraan di wilayah Gomel, Belarus.
Delegasi Rusia pun telah meninggalkan kota Minsk dan menuju ke tempat pembicaraan.
Namun menurut sumber TASS, lokasi pembicaraan itu tidak akan diungkapkan.
Kendati demikian, ia menyebut bahwa pertemuan akan dimulai pada Senin pagi waktu Belarus.
"Pembicaraan antara delegasi Rusia dan Ukraina akan dimulai pada Senin pagi," jelasnya.
Militer Rusia Ditawan Ukraina (tangkapan layar youtube)
Rusia Sebut Ukraina Nazi
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia melaporkan kerugian yang dialami pasukan Rusia yang turut ambil bagian dalam operasi militer khusus di Ukraina.
Pernyataan ini disampaikan Juru bicara kementerian pertahanan itu, Igor Konashenkov pada hari Minggu kemarin.
"Tentara Rusia menunjukkan keberanian dan kepahlawanan selama operasi militer khusus. Tapi, sayangnya, ada yang tewas dan terluka diantara mereka," kata Konashenkov.
Kendati demikian, ia menambahkan bahwa kerugian Rusia jauh lebih kecil jika dibandingkan 'kerugian yang dialami pasukan Ukraina' dan nasionalis negara itu.
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa tentara Rusia telah ditawan.
"Kami tahu bagaimana Nazi Ukraina memperlakukan beberapa prajurit Rusia yang telah ditawan. Kami melihat bahwa mereka menggunakan siksaan yang sama seperti Nazi Jerman selama Perang Patriotik Hebat (Front Timur selama Perang Dunia II di mana bekas Uni Soviet berperang melawan Nazi Jerman," tegas Konashenkov.
Dikutip dari laman TASS, Senin (28/2/2022), Konashenkov pun kemudian bersumpah bahwa militer Rusia akan terus memperlakukan pasukan Ukraina yang menyerah dengan cara yang manusiawi.
"Kami memahami bahwa mereka mengambil sumpah kepada rakyat Ukraina. Semua orang yang menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan akan dibebaskan untuk kembali kepada keluarga mereka," papar Konashenkov.
Tentara Rusia Menyerah di Kharkiv, Ukraina Pulangkan Ribuan Jenazah
Militer Ukraina disebut berhasil mengamankan kendali penuh atas Kota Kharkiv setelah melakukan pertempuran di jalanan melawan pasukan Rusia pada Minggu (27/2/2022).
"Kharkiv sepenuhnya di bawah kendali kami," kata Kepala Pemerintahan Regional Kharkiv, Oleg Sinegubov lewat aplikasi Telegram.
Dia menambahkan bahwa tentara Ukraina berhasil mengusir pasukan Rusia selama operasi "pembersihan".
Pada Minggu (27/2/2022) pagi waktu setempat, Sinegubov mengatakan bahwa kendaraan ringan pasukan Rusia telah memasuki kota, dengan pertempuran pecah di jalan-jalan.
Seorang koresponden AFP pun sempat mendengar tembakan dan ledakan senapan mesin di kota terbesar kedua di Ukraina tersebut.
Sinegubov mengatakan bahwa pasukan Rusia benar-benar mengalami demoralisasi. Dia menyebut pasukan Rusia meninggalkan kendaraan mereka di tengah jalan dan kelompok yang terdiri dari lima orang menyerah kepada tentara Ukraina.
"Begitu melihat setidaknya satu perwakilan angkatan bersenjata, mereka (pasukan Rusia) menyerah," katanya.
Pasukan Rusia disebut belum menerima makanan
Sinegubov mengatakan bahwa ada puluhan tentara Rusia yang telah menyerah di Kharkiv.
"Pejuang Rusia yang ditangkap berbicara tentang kelelahan total dan demoralisasi, mereka tidak memiliki hubungan dengan komando pusat, mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa yang mereka lakukan selanjutnya," kata gubernur Kharkiv.
Sinegubov menyebut, sejak awal serangan ke Ukraina, pasukan Rusia ini belum menerima makanan dan air.
"Meninggalkan posisi, pejuang Rusia berusaha bersembunyi di antara penduduk sipil, meminta pakaian dan makanan kepada orang-orang," kata dia.
Tank Rusia terbakar dihantam rudal anti tank di Kota Sumy, 60 km dari perbatasan Rusia (facebook)
Ribuan Tentara Rusia Tewas
Perlawanan militer Ukraina tampaknya membuat tentara Rusia kewalahan. Tiga hari serangan besar-besaran ke Ukraina membuat kehilangan ribuan personel militer dan peralatan tempur di antara kedua negara.
Namun, Dikutip dari Kyiv Independent, Minggu (27/2/2022) menurut Kementerian Pertahanan Ukraina dijelaskan setidaknya 4.300 tentara Rusia dikabarkan tewas dalam pertempuran itu.
Sebanyak 53 pesawat ditembak jatuh masing-masing 27 pesawat tempur dan 26 helikopter.
Termasuk 146 tank dan 49 senjata artileri ikut dihancurkan, termasuk dua drone yang diamankan pihak Ukraina.
Mantan Kepala Pertahanan Anggota NATO Estonia, Riho Terras mengatakan Putin saat ini tengah mengamuk.
“Putin sangat marah, ia pikir seluruh perang akan mudah, dan semuanya akan selesai dalam waktu 1 hingga 4 hari,” cuit Terras di Twitter seperti dikutip dari New York Post.
“Rusia merasa kaget dengan menakutkannya perlawanan yang mereka hadapi,” tambah Terras.
Apalagi, menurut Terras, Rusia harus mengeluarkan biaya 20 miliar dolar AS atau setara Rp 287 triliun per hari untuk melakukan serangan militer ke Ukraina.
Ia mengklaim laporan lain yang menunjukkan bahwa Rusia tak memiliki rencana taktis untuk menghadapi perlawanan Ukarina.
Terras menyatakan bahwa seluruh rencana invasi Rusia bergantung pada usaha menabur kepanikan di antara warha sipil dan angkatan bersenjata. Selain itu juga dengan memaksa Presiden Zelensky untuk melarikan diri.
Terras juga memposting gambar yang tampaknya merupakan laporan intelijen yang ditulis dalam bahasa Rusia.
“Putin mengamuk. Ia sebelumnya yakin bahwa itu akan mudah sekali,” arti terjemahan dari bahasa tersebut.
Terras mengutip laporan intelijen mengatakan militer Rusia memiliki cukup roket hanya untuk tiga atau empat hari.
Dengan sanksi baru yag dijatuhkan ke Rusia karena penyerangan ke Ukraina, mereka diperkirakan tak akan bisa mengganti senjata yang habis.
“Jika Ukraina mampu menahan Rusia selama 10 hari, Rusia akan diharuskan melakukan negosiasi karena mereka sudah tak memiliki uang, senjata dan sumber daya,” katanya.
_______
“Kami menangkap sekitar 200 tentara Rusia, beberapa di antaranya berusia 19 tahun, tidak terlatih sama sekali, perlengkapannya buruk. Kami memperlakukan mereka sesuai Konvensi Jenewa, menurut hukum humaniter internasional.” Mayor Jenderal Ukraina Borys Kremenetsky
_______
Mayat seorang prajurit Rusia terletak di dekat kendaraan militer Rusia yang hancur di pinggir jalan di pinggiran Kharkiv, Sabtu (26/2/2022) waktu setempat, setelah invasi Rusia ke Ukraina. Pasukan Ukraina memukul mundur serangan Rusia di Kyiv tetapi "kelompok sabotase" menyusup ke ibukota, kata para pejabat pada 26 Februari. Ukraina melaporkan terjadi 198 kematian warga sipil, termasuk anak-anak, setelah invasi Rusia. (Sergey BOBOK / AFP)
Jenazah Tentara Rusia Dipulangkan
Komite Palang Merah Internasional ICRC mengatakan mereka menerima permintaan Dubes Ukraina di PBB untuk memulangkan jenazah tentara Rusia yang tewas dalam penyerbuan ke Ukraina tetapi tidak memiliki nomor identitas, seperti dilaporkan Associated Press, Minggu, (27/2/2022)
Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya mentweet pada hari Sabtu, (26/2/2022) Ukraina meminta ICRC “memfasilitasi pemulangan ribuan mayat tentara Rusia” yang terbunuh selama invasi ke Ukraina, sambil memperlihatkan grafik korban tewas tentara Rusia yang diklaim berjumlah ribuan jenazah.
Kyslytsya mentweet orang tua di Rusia harus memiliki kesempatan "untuk mengubur mereka dengan bermartabat.
“Jangan biarkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin menyembunyikan skala tragedi,” desak dia.
Laetitia Courtois, pengamat tetap ICRC untuk PBB mengatakan kepada The Associated Press Sabtu malam, situasi keamanan saat ini “adalah perhatian utama dan batasan bagi tim kami di lapangan” dan “karena itu kami tidak dapat mengonfirmasi jumlah atau detail lainnya.”
Dia mengatakan “ICRC dapat bertindak sebagai perantara netral” dalam pengembalian mayat dan masalah kemanusiaan lainnya dalam konflik, termasuk mengklarifikasi nasib orang hilang, menyatukan kembali keluarga, dan mengadvokasi perlindungan tahanan “dalam kemungkinannya.”
Mayor Jenderal Ukraina Borys Kremenetsky mengatakan kepada wartawan di Washington hari Sabtu, Ukraina menangkap sekitar 200 tentara Rusia yang "diperlengkapi dengan buruk".
“Kami menangkap sekitar 200 tentara Rusia, beberapa di antaranya berusia 19 tahun, tidak terlatih sama sekali, perlengkapannya buruk. Kami memperlakukan mereka sesuai Konvensi Jenewa, menurut hukum humaniter internasional,” kata Kremenetsky, yang merupakan pejabat pertahanan Ukraina di Kedutaan Besar Ukraina untuk PBB di AS, seperti dilansir CNN. Namun, CNN belum dapat memverifikasi klaim sang jenderal secara independen.
Dia juga mengatakan tentara diizinkan untuk "menelepon orang tua mereka" dan diberi makanan dan air.
Kremenetsky mengatakan dia bekerja sama dengan Pentagon, tetapi Ukraina masih membutuhkan lebih banyak dukungan dengan bantuan militer.
"Ada daftar persyaratan penting, dan kami masih membutuhkan lebih banyak kemampuan. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa apa yang kami terima sudah digunakan dengan cara yang benar," katanya.
Baca juga: Penjelasan Kemenhan Rusia Selama Operasi Khusus di Ukraina, Sebut Militernya Ditawan Nazi Ukraina
(Tribun-medan.com/ Tribunnews.com/Kyiv Independent/New York Post/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-dan-Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskyy-dasf.jpg)