Pemkab Langkat Siap Mendukung Operasi Keselatan Toba 2022

JAJARAN Pemerintah Kabupaten Langkat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Toba 2022 di Lapangan Jananuraga, Polres Langkat, Stabat.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
JAJARAN Pemerintah Kabupaten Langkat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Toba 2022 di Lapangan Jananuraga, Polres Langkat, Stabat.  

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT- JAJARAN Pemerintah Kabupaten Langkat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Toba 2022 di Lapangan Jananuraga, Polres Langkat, Stabat. 

Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok bertindak sebagai pembina apel gelar pasukan. Dan, komandan apel yakni IPDA Suka. 

Kapolres Langkat, Danu Pamungkas menyampaikan amanat dari Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak. 

Operasi Keselamatan Toba 2022 ini dilaksakan untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Kemudian, menurunkan angka pelanggan maupun kecelakaan lalu-lintas sweta menghambat penyebaran Covid-19 di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. 

Giat ini mengusung tema "Meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19 di Wilayah Hukum Polres Langkat"

Dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai 1 – 14 Maret 2022. "Pelaksanaannya melibatkan 2.299 personel, terdiri 150 personel dari Satgas Polda dan 2.149 personel dari Satgas kewilyahan,” ungkapnya.

Sedangkan, Plt Asisten-1 ADM Tata Pemerintahan Kabupaten Langkat, Basrah Pardomuan menjelaskan, Pemkab Langkat siap mendukung dengan menurunkan personel baik dari Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam membantu menyukseskan operasi keselamatan.

“Kita akan bantu pelaksanaan razia. Semoga semuanya berjalan lancar dan kemanfaatannya dirasakan masyarakat," katanya. 

9 Pelanggaran Lalu Lintas. 

AKBP Danu Pamungkas Totok menyampaikan, pada pelaksanaan operasi keselamatan toba 2022 akan dilakukan tindakan hukum pada sembilan (9) pelanggaran lalu lintas, di antaranya:

1. Pengemudi Ranmor yang menggunakan HP saat berkendara. 
2. Pengemudi Ranmor dibawah umur (belum cukup umur). 
3. Berboncengan Lebih dari 1(satu) org. 
4. Tidak menggunakan Helm SNI saat berkendara
5. Mengemudikan ranmor dalam pengaruh alkohol. 
6. Melawan Arus
7. Tidak menggunakan Safety Belt. 
8 . Ugal ugalan dan. 
9. Over Dimensi dan Over Load ( ODOL). 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved