Kesehatan Seksual

Amankah‌ ‌Berhubungan‌ ‌Intim‌ ‌saat‌ ‌Hamil‌ ‌Muda?‌ Simak 6 Penjelasan Berikut Ini

Sebenarnya tidak ada masalah berhubungan intim saat hamil muda. Namun, perlu diwaspadai hal berikut ini:

Editor: Abdi Tumanggor
Mirror
Ilustrasi ibu hamil 

Amankah‌ ‌Berhubungan‌ ‌Intim‌ ‌saat‌ ‌Hamil‌ ‌Muda?‌ Ini Bahaya Berhubungan Intim saat Hamil Muda

TRIBUN-MEDAN.COM – Sebenarnya tidak ada masalah berhubungan intim saat hamil muda

Namun, perlu diwaspadai hal berikut ini:

1. Trimester pertama kehamilan adalah masa-masa yang rawan.

Di mana, merasa mual, lelah setiap saat, mood yang jelek adalah hal yang biasa terjadi di trimester pertama.

Berhubungan intim saat hamil muda baik untuk meningkatkan mood yang positif.

Otot-otot yang mengelilingi rahim serta cairan ketuban di dalamnya bisa membantu melindungi bayi saat berhubungan intim.

Lendir yang tersumbat pada pembukaan serviks juga dapat mencegah kuman masuk.

Mr P juga tidak dapat menyentuh atau merusak rahim saat berhubungan intim. Namun, jangan sampai bermacam posisi berhubungan intim membuat kondisi janin di dalam kandungan jadi terganggu.

2. Apakah keguguran saat hamil muda dipicu karena hubungan intim?

Keguguran secara umum lebih tinggi selama trimester pertama dibandingkan dengan trimester lainnya.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa berhubungan intim bukanlah penyebabnya.

Banyak penyebab dari keguguran di trimester pertama.

Bisa karena kelainan kromosom yang berkembang selama pembuahan embrio, infeksi dan penyakit ibu, masalah hormon, kelainan rahim, kelelahan, penggunaan obat-obatan tertentu, serta beberapa pilihan gaya hidup.

Ada juga karena gangguan reproduksi yang mengganggu kesuburan, seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Di masa awal kehamilan karena perubahan mood, dan itu sah saja tidak melakukan hubungan intim. Jadi, kamu tidak perlu menghindari hubungan intim hanya karena takut keguguran

3. Mengapa ibu hamil mengalami pendarahan ringan atau bercak pada trimester pertama?

Jadi, tidak ada hubungannya dengan aktivitas hubungan intim.

Sekitar 15 hingga 25 persen ibu hamil bisa mengalami perdarahan pada trimester pertama.

Hal itu bisa dikarenakan implantasi sel telur yang telah dibuahi. 

Namun, pendarahan yang lebih berat dapat menunjukkan masalah seperti plasenta previa atau kehamilan ektopik.

Kehamilan membuat serviks mengalami beberapa perubahan besar.

Hormon kehamilan bisa membuatnya lebih kering dari biasanya.

Hal itu pun bisa menyebabkan pembuluh darah lebih mudah pecah. 

Kadang-kadang berhubungan intim dapat menyebabkan iritasi ringan pada Miss V.

Sehingga menyebabkan pendarahan atau bercak ringan, yang akan terlihat merah muda.

Kondisi ini termasuk normal dan akan hilang dalam satu atau dua hari.

Wanita hamil
Wanita hamil (Timesofisrael)

4. Ibu hamil perlu mewaspadai jika kondisi pendarahan menunjukkan gejala sebagai berikut:

a. Berlangsung lebih dari 1 atau 2 hari.

b. Berwarna merah tua atau berat (mengharuskan bumil untuk sering mengganti pembalut).

c. Diiringi dengan kram, demam, nyeri, atau kontraksi.

5. Sakit saat berhubungan Intim, normalkah?

Berhubungan intim bisa menjadi sesuatu yang tidak nyaman atau bahkan sakit di masa kehamilan.

Sebagian besar karena perubahan hormonal yang terjadi di tubuh, mulai dari: 

a. Vagina kering karena perubahan hormonal.

b. Keinginan buang air kecil atau merasakan tekanan tambahan pada kandung kemih.

c. Payudara dan puting yang sakit.

Namun, jika sangat menyakitkan hingga ibu hamil sampai menghindarinya, bicarakan dengan dokter. Mungkin ada penyebab medis yang mendasari, atau ibu hamil bisa mengupayakan perubahan posisi dengan pasangan. 

6. Kram saat berhubungan intim di masa hamil muda juga kerap terjadi

Orgasme yang melepaskan oksitosin, dan air mani, yang mengandung prostaglandin; kombinasi keduanya dapat menyebabkan kontraksi rahim dan membuat bumil mengalami kram ringan selama beberapa jam setelah berhubungan intim.

Ini adalah kondisi yang normal selama kramnya ringan dan hilang segera.

Memang bisa memicu kontraksi tapi sifatnya hanya sementara dan tidak memiliki risiko yang signifikan.

Kemudian, berhubungan intim saat hamil 7 bulan boleh saja asal kondisi ibu hamil dan janin dalam keadaan yang sehat.

Tetapi perlu memperhatikan posisi seks yang aman dan nyaman sehingga tidak mengganggu kondisi pada janin.

“Berhubungan intim saat hamil muda tidak selalu aman. Pastikan untuk menghindari hubungan intim anal, jaga kebersihan alat bantu yang digunakan, dan cek kesehatan terlebih dahulu. Sebab, infeksi menular seksual saat hamil trimester awal bisa membahayakan janin,” demikian dikutip dari keterangan dr Verury Verona Handayani melalui halodoc, Senin (7/3/2022).

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved