News Video

Pemko Medan Bantu Masjid Sediakan Bahan Sembako, Bobby Nasution: Boleh Bayar Satu Bulan Sekali

Dalam hal ini, Wali Kota Medan memantau langsung program Masjid Mandiri di Masjid Al Hidayah, Komplek Menteng Indah, Jalan Panglima Denai

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masjid yang ikut dalam Program Masjid Mandiri gagasan Pemko Medan kembali bertambah.

Dalam hal ini, Wali Kota Medan memantau langsung program Masjid Mandiri di Masjid Al Hidayah, Komplek Menteng Indah, Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai, Jumat (11/3/2022).

Berdasarkan pantauan, tampak Bobby meninjau langsung Mini Market milik Masjid Al Hidayah yang tak jauh dari Masjid tersebut.

Diketahui, dalam mendukung gerakan ekonomi Masjid Mandiri, Pemko Medan juga menitipkan beras, minyak makan, dan sembako lainnya.

"Kita letak disini, boleh dibayar sebulan sekali milik Bulog ada minyak, beras, dan gula," ungkap Bobby.

Didampingi Dinas Ketahanan Pangan Emilia Lubis mengungkapkan bahwa harga yang diberikan kepada BKM Masjid ini dapat bersaing dengan harga di pasaran.

"Harga Bulog ini lebih rendah, misalnya diberi harganya Rp11.500, di pasaran bisa harganya Rp12 ribu. Nanti kita akan koordinasi berapa yang pihak masjid butuhkan. Marginnya itu bisa Rp500 per kilogramnya," ujar Emilia.

Selain itu, Bobby juga menyerahkan dua buah steling jualan dan dana bantuan sebesar Rp50 juta kepada Masjid Al Hidayah untuk mendukung gerakan ekonomi di masjid.

"Melalui program ini, bisa tidak BKM memastikan tidak ada lagi 10 rumah di kiri, kanan, depan, belakang, tidak ada lagi yang tidak mampu beli beras. Tidak ada lagi anaknya putus sekolah karena masalah biaya atau saat sakit tidak bisa berobat. Ini harus sama-sama kita lakukan," jelas Bobby.

"Ekonomi yang berada di masjid sekalian mengedukasi mengenai bagaimana ekonomi keumatan ini bisa dijalankan di tengah-tengah peradaban kita hari ini," lanjutnya.

Dalam program Masjid Mandiri ini, Bobby berharap ekonomi syariah yang dijalankan di masjid tak kalah dengan ekonomi konvensional.

"Ekonomi keumatan kita selalu kalah dengan ekonomi konvensional. Gak pernah bisa kita ikuti perkembangan zaman. Hari ini, ekonomi konvensional terkenal dengan pinjaman online yang cara ekonomi sangat tidak syariah kita bilang. Hari ini pinjam Rp1 juta, akhir bulan bayar Rp10 juta, saking ngerinya kelipatan bunganya," tuturnya.

"Kalau dulu ada ke pajak-pajak pakai rentenir, tapi mereka hadir dalam bentuk online. Nah ini tanpa kita sadari. Perlu juga disurvei di sekitar masjid yang ikut pinjaman online, nah berarti peran masjid dalam edukasi ekonomi syariah belum berjalan dengan baik," pungkas Bobby.

Sementara itu, Bobby juga berharap kepada masjid-masjid yang sudah menjalankan program Masjid Mandiri dapat terus mengaktifkan geliat ekonomi syariah ini.

"Kepada seluruh BKM dapat mengaktifkan Masjid Mandiri agar dapat membantu masyarakat sekitarnya yang jumlahnya sudah puluhan," tutup Bobby.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved