Breaking News:

Polres Labuhan Batu

Sat Reskrim Polres Labuhan Batu Gerak Cepat Lakukan Diversi Terkait Viral Video Kekerasan Anak

Seorang pelajar (14) berinisial NAS menjadi korban kekerasan dan viral di Media Sosial di Wilayah Hukum Polres Labuhan Batu. 

Editor: Arjuna Bakkara
ISTIMEWA
Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu AKP Rusdi Marzuki melakukan penyelidikan mengenai kasus seorang pelajar (14) berinisial NAS yang menjadi korban kekerasan di Wilayah Hukum Polres Labuhan Batu.  

Sat Reskrim Polres Labuhan Batu Gerak Cepat Lakukan Diversi Terkait Viral Video Kekerasan Anak

TRIBUN-MEDAN.COM, LABUHAN BATU -Seorang pelajar (14) berinisial NAS menjadi korban kekerasan dan viral di Media Sosial di Wilayah Hukum Polres Labuhan Batu

Menindaklanjuti kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Labuhan Baru AKP Rusdi Marzuki langsung melakukan penyelidikan.

"Kejadian tersebut berawal ketika korban NAS alias D, Perempuan usia14 Tahun, Pelajar sedang bersama terlapor RN (14thn), P (14thn), dan saksi AL (14thn) dan saksi AY (14thn) sedang berada di Jalan Istana Kelurahan Kota Pinang Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan tepatnya di Lapangan DL Sitorus," kata AKP Rusdi Marzuki, Sabtu (12/03/2022) Pagi.

Berdasarkan keterangan yangdiambil polisi dari korban, AKP Rusdi Marzuki sebelumnya korban ada mengatakan bahwa terlapor RN (14thn) tidak perawan lagi lalu terlapor P (14thn) mempertanyakan kepada korban apa sebabnya korban mengatakan bahwa P tidak perawan lagi.

Saat itu, korban hanya diam saja sehingga P menjambak rambut korban dengan kedua tangannya sambil menggoyang-goyang kepala Korban kemudian P mendorong Korban hingga korban terjatuh dan Pingsan.

Kemudian P memukuli bahu dan wajah korban secara berkali-kali setelah itu RN datang menghampiri korban yang dalam keadaan pingsan dan menendang kaki Korban dan Perut korban secara berkali -kali kemudian saksi AY berkata “ Pingsan dia itu “ oleh RN membuka tali pinggangnya dan menampar pipi korban dengan menggunakan tali pinggang secara berkali-kali sambil berkata “ Mana pingsan ini ! “.

Setelah itu RB jongkok dan menampar pipi sebelah kanan korban sebanyak 2 (Dua) kali dengan menggunakan tangan kananya.

Setelah itu P menyuruh saksi AY untuk merekam perbuatan mereka dengan menggunakan handphone saksi AY, saat saksi AY sudah mulai merekam menggunakan handphonnya, dimana P memegang kerah baju korban dengan menggunakan kedua tangannya sambil P mengoyang - goyang kan badan korban hingga P menjatuhkan badan korban setelah itu saksi AY menyudahi merekam perbuatan P terhadap diri korban.

Kemudian P membuka seragam sekolah korban hingga terlihat korban menggunakan tangtop ( Pakaian dalam ) oleh saksi AY mencoba memperbaiki pakaian korban dan dilarang oleh P serta RN dan menyuruh saksi AY pergi.

Setelah Korban sadarkan diri dan melihat dirinya sudah tidak menggunakan seragam sekolah lalu pelaku SA (14thn) datang menghampiri korban dan melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menedang kaki dan badan korban.

"Kemudian saksi AY dan Saksi AL datang menjumpai korban dan mengajak korban untuk pergi, akan tetapi pelaku P dan pelaku RN melarangnya dan menyuruh korban agar membuka rok sekolahnya agar bisa pergi. Karena takut maka korban membuka rok sekolahnya oleh saksi AL memberikan jilbabnya kepada korban dan digunakan korban untuk menutupi bagian kemaluannya,"ujar AKP Rusdi Marzuki.

Lalu saksi AY dan Saksi AL mengajak korban lari dari tempat tersebut.

Mendapatkan laporan dari orang tua korban Kepolisian Resort Labuhanbatu dengan respon cepat pada hari Kamis 10 Maret 2022 sekira pukul 19.00 WIB, Personil Unit PPA bersama Personil Polsek Kota pinang mendatangi rumah para tersangka anak tersebut.

Kemudian dari hasil persuasif bahwa para orang tua dari tersangka bersedia menyerahkan ketiga tersangka anak ke polres Labuhan Batu didampingi oleh orang tuanya.

Selanjutnya para pelaku di periksa dan para pelaku mengakui perbuatannya, adapun alasannya dilakukan kekerasan terhadap korban karena tidak senang terlapor N dituduh tidak perawan lagi.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti SIK melalui Kasat Reskrim AKP Rusdi Marzuki SIK MH didampingi dan KBO Sat Reskrim IPTU H. Naibaho SH. MH mengatakan bahwa pelaku dijerat UU Kekerasan Terhadap Anak pasal 80 UU no 35 tahun 2014 ttg Perubahan atas UU no 23 tahun 2002 ttg perlindungan anak.

Selanjutnya memanggil Orang tua korban dan orang tua terlapor guna dilakukan nya proses diversi. Dasar hukum dilakukan diversi kepada pelaku anak adalah pasal 1 ayat 7 UU RI no 11 thn 2012 ttg sistem peradilan anak. (Jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved