News Video
Kuburan Massal Korban Pertempuran Rusia Vs Ukraina, Ada Sekitar 1200 Orang Tewas
Pekerja kota menggali parit sepanjang sekitar 25 meter (meter) di salah satu kuburan tua kota dan membuat tanda salib saat mendorong tubuh korban.
Kuburan Massal Korban Pertempuran Rusia Vs Ukraina, Ada Sekitar 1200 Orang Tewas
TRIBUN-MEDAN.COM - Mariupol adalah salah satu kota strategis di Ukraina yang berpenduduk sekitar 430.000 jiwa.
Kota ini dekat dengan Laut Azov di semenanjung Krimea.
Dalam video yang beredar di lini masa media sosial di Kota Mariupol pihak berwenang setempat bergegas menguburkan secara massal orang mati dari pertempuran Rusia-Ukraina dalam dua minggu terakhir.
Pekerja kota menggali parit sepanjang sekitar 25 meter (meter) di salah satu kuburan tua kota dan membuat tanda salib saat mereka mendorong tubuh yang dibungkus karpet atau tas ke tepi.
"Ada sekitar 1.200 orang tewas dalam pengepungan kota selama sembilan hari," klaim kantor Perdana Menteri Ukraina sebagaimana dilansir AP.
Lebih dari 2 Juta warga mengungsi
Lebih dari 2 juta warga Ukraina telah melintasi perbatasan sejak invasi Rusia di mulai pada 24 Februari lalu.
Seperti dilansir dari Guardian, PBB menyebut kondisi ini sebagai krisis pengungsi dengan pergerakan tercepat di Eropa sejak akhir perang dunia kedua.
Angka yang dirilis hari ini oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menunjukkan lebih dari 2 juta orang telah melarikan diri dari Ukraina ke negara-negara tetangga Eropa setelah serangan militer yang diperintahkan oleh Putin.
"Ini adalah krisis pengungsi yang bergerak paling cepat yang pernah kita lihat di Eropa sejak akhir perang dunia kedua," kata kepala UNHCR Filippo Grandi.
Menurut data dari UNHCR, kecepatan eksodus sudah lebih besar dari krisis migrasi tahun 2015, ketika 1,3 juta pencari suaka dari Suriah, Irak, Afghanistan dan Afrika, melarikan diri dari kemiskinan dan perang, memasuki Eropa.
"Melihat tren dan data terbaru, sangat mungkin bahwa jumlah orang yang melarikan diri dari Ukraina akan melebihi 2 juta pada malam ini, data yang terbaru akan disampaikan besok," kata Christine Pirovolakis, pejabat hubungan eksternal senior UNHCR di Inggris.
(*/Tribun-medan.com)