Baru Selesai Diperbaiki, Drainase di Jalan M Yamin Medan Tertutupi Batu dan Tergenang

Kondisi drainase di Jalan HM Yamin, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan kembali rusak. 

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / ANUGRAH
Drainase di jalan HM Yamin Kecamatan Medan Barat terlihat tertutupi bebatuan dan membuat saluran air menjadi dangkal. Padahal drainase itu baru saja selesai diperbaiki. 

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN - Kondisi drainase di Jalan HM Yamin, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan kembali rusak. 

Padahal drainase itu baru saja menjalani perbaikan. Kota Medan tampak mampet tertutup bebatuan.

Pantaan tribun-medan.com bebatuan hampir menutup setengah tinggi drainase yang terbuat dari U dith.

Hal itu lantaran tidak adanya penutup saluran serta longsoran dari bagian tepi drainase.

Reza salah seorang warga yang ditemui di lokasi mengatakan jika drainase itu tertutupi material batu dan lumpur pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kemarin waktu hujan lebat itu kan deras kali itu airnya sampai banjir. Jadi sampah sampah, batu batu mampet, apalagi ini tidak ada penutupnya atasnya makanya longsor dan tertutup lah ini paritnya," ujar Reza kepada Tribun, Senin (14/3/2022)

Di sepanjang drainase di jalan HM Yamin juga terlihat tumpukan sampah dalam parit yang membuat pendangkalan saluran pembuangan air.

Air juga tampak tergenang karena tidak mengalir dengan baik meski proyek perbaikan baru saja selesai dilakukan.

"Iya ini memang baru siap dikerjakan, memang katanya nanti ini atasnya mau ditutup biar tidak masuk batu batuan kalau pas hujan. Tapi beginilah hasilnya padahal baru selesainya proyek ini," ketusnya.

Sementara itu Alif salah seorang pedagang mengatakan usai perbaikan drainase, air ketika hujan semakin lancar.

"Lancar air pas hujan memang karena baru siap diperbaiki. Tapi, yang seberang jalan dekat kantor Pos masih mampet. Karena aliran airnya belum tembus itu, sekarang aja air di sana tergenang dan banyak sampahnya," ujar dia.

Alif juga mengkritik adanya gundukan tanah sisa meterial perbaikan parit yang tidak diangkut sepenuhnya.

Hal itu yang membuat parit dangkal lantaran ketika hujan terbawa banjir dan masuk ke dalam parit.

"Itukan banyak tanah sisa sisa galaian, tidak diangkat semua jadi waktu hujan terbawa air dan masuk parit lagi, dangkal jadi itu jadi parit. Kalau pas kemarau debuhnya kemana mana lagi bang," tuturnya.

Dia pun berharap agar pemerintah memperhatikan perawatan drainase yang baru saja selesai dikerjakan.

"Maunya ya dilihat itu parit, baru selesai sudah kembali tertutup dan tergenang. Jadi waktu hujan tidak banjir lagi," tutupnya.

(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved