Breaking News:

Berita Toba

DAMPAK Galian C, Dinas Lingkungan Hidup Toba Temukan Sungai Pandiampang Kotor dan Berlumpur

Plt Dinas Lingkungan Hidup (Lindup) Kabupaten Toba Rajaipan Sinurat mendapatkan air Sungai Pandiampang kotor dan berlumpur.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Warga Desa Siantar Tongatonga I, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba sambangi Sungai Pandiampang dan lihat kondisi terkini. Warga bersama Pemkab Toba sedang tinjau lokasi yang terdampak pada Sabtu (12/3/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Pascaturun lapangan ke Siantar Tongatonga I, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, Plt Dinas Lingkungan Hidup (Lindup) Kabupaten Toba Rajaipan Sinurat mendapatkan air Sungai Pandiampang kotor dan berlumpur.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama masyarakat sambangi lokasi dan melihat secara langsung keadaan sungai, jembatan, dan persawahan yang terdampak oleh dugaan galian C di Toba.

"Bersama masyarakat, kita melakukan survei ke lokasi; dari hilir hingga ke hulu. Memang, ada beberapa hal yang disampaikan masyarakat dan kita check," ujar Rajaipan Sinurat pada Selasa (15/3/2022).

"Salah satunya, sumber air. Airnya memang keruh. Mulai dari bawah, pertengahan, hingga ke sungai tersebut, airnya keruh. Kita memang belum lihat hasil finalnya, sumber airnya yang berdekatan langsung dengan lokasi tambang," ujarnya.

Pihaknya bakal melakukan pipanisasi bila ditemukan air masih dalam keadaan bersih yang berada di bawah galian C tersebut.

"Mudah-mudahan nanti bila kita temukan bersih, maka akan kita lakukan pipanisasi dan menggunakan bak penampungan karena lokasinya terjal," sambungnya.

"Kita masih melihat hasil survei kita bersama dengan pihak PUPR dan kepala desa setempat. Lalu kita akan buat diskusi lagi nanti untuk langkah-langkah berikutnya dalam penanggulangan air bersih tersebut," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa izin galian C atau tambang tersebut ada dari pihak kementerian.

"Sebatas yang kita ketahui, memang sudah ada izinnya. Dari pihak kementerian juga sudah ada. Dan di dalam izin tersebut, ada sejumlah hal yang bakal ditaati. Kita imbau agar pengusaha agar taat pada hal-hal yang telah dibuat dalam surat tersebut," ungkapnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, penutupan galian C tersebut harus melalui kementerian pusat yang diawali dengan pemberitahuan dari pihak Pemkab.

"Untuk menghentikan, harus memiliki beberapa tahapan. Pertama, kita harus surati pengusaha sekali atau dua kali. Kalau pengusaha tetap tidak melakukan apa yang tertuang dalam surat dari kementerian tersebut, akan kita surati pihak kementerian," ungkapnya.

"Izinnya kan dari pusat," terangnya.

Sebelumnya, terlihat Sungai Pandiampang yang berada di Desa Siantar Tongatonga I, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba terlihat kotor dan berlumpur.

Sungai yang menjadi sumber air ini sudah mengalami kerusakan sejak beberapa bulan yang lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved