Puncak Perayaan Ritual Ceng Beng Sumut 2022 Dipusatkan di Tanjung Morawa

Lokasi perkuburan tersebut di bawah naungan Yayasan Sosial Sentana Abadi, di mana acara puncak akan digelar pada hari Minggu (10/4/2022) mendatang

HO
Perayaan Ritual Ceng Beng Sumut 2022 akhirnya memilih lokasi perkuburan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Perayaan Ceng Beng akan digelar mulai tanggal 26 Maret s/d 15 April 2022 secara serentak khususnya di Provinsi Sumatera Utara untuk acara puncak secara simbolis Panitia Perayaan Ritual Ceng Beng Sumut 2022 akhirnya memilih lokasi perkuburan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa.

Lokasi perkuburan tersebut di bawah naungan Yayasan Sosial Sentana Abadi, di mana acara puncak akan digelar pada hari Minggu (10/4/2022) mendatang dengan jumlah peserta atau umat yang sudah terdaftar serta pengamanan yang ketat sesuai dengan prokes Covid-19.

Saat dikonfirmasi awak media pers di sela-sela rapat Panitia Ketua Dewan Kehormatan Tetap Yayasan Istana Harta Lima Penjuru Kwik Sam Ho, melalui Dewan Kehormatan tetap YIHLP dan juga sebagai Penasehat Panitia Ceng Beng Iwan Hartono Alam menjelaskan, saat acara puncak panitia juga mengundang pihak Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kemendikbud Ristek RI, Bapak Bupati Deli Serdang, tokoh lintas agama dan etnis budaya, pengiat budaya dan tokoh akademis dengan jumlah undangan terdaftar di mana semua persiapan tentunya akan menerapkan prokes Covid-19.

Ccjbbc
Dewan Kehormatan tetap YIHLP dan juga sebagai Penasehat Panitia Ceng Beng Iwan Hartono Alam.

 

"Perayaan Ceng Beng tahun ini masih dalam suasana pandemi dan pada kesempatan ini saya menghimbau pada warga Tionghoa yang merayakan Ceng Beng agar mengikuti prokes Covid-19," ujar Iwan Hartono Alam.

Selain itu, Iwan Hartono Alam menyampaikan pemilihan lokasi terhadap kuburan massal dalam ritual Ceng Beng adalah untuk mendoakan para arwah di alam baka yang tidak mempunyai sanak famili.

"Kami mewakili sebagai anak cucu untuk memberikan penghormatan kepada leluhur dengan harapan doa dan sesaji yang kami berikan akan diterima dengan senang, apabila para arwah menerima dengan senang maka kami yang hidup ini tentunya akan diberkati," ungkap Iwan Hartono Alam menutup.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved