Berita Tokoh

8 Putra Batak yang Pernah Jadi Wali Kota Medan, Luat Siregar hingga Bobby Nasution

Terdapat deretan putra Batak yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Sumatera Utara yang memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

Tayang:
Penulis: Tria Rizki |
HO / Tribun Medan
Putra Batak yang Pernah Menjabat Wali Kota Medan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Wali Kota Medan adalah Kepala Daerah untuk daerah Kota atau Kotamadya, yang membantu dan melayani permasalahan pada masyarakat Kota Medan.

Terdapat deretan putra Batak yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Sumatera Utara yang memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

Berikut Tribun Medan suguhkan sosok Wali Kota Medan yang berdarah Batak dan miliki segudang prestasi.

1. Luat Siregar

Luat Siregar lahir di Sipirok (28 November 1908), adalah Wali Kota Medan ke-1 dengan masa jabatan periode tahun 1950 hingga 1953.

Luat alumni dari Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Sipirok, selanjutnya menempuh pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs Batavia yang lulus tahun 1926, dan melanjutkan sekolahnya ke Algemeene Midddelbare School.

Setelah lulus sekolah, Ia melanjutkan pendidikan ke sekolah hukum dan mendapat gelar sarjana hukum di leiden tahun 1934.

Awal karirnya Luat bekerja sebagai Ketua Taman Persahabatan tahun 1936, Anggota Ddewan Kota Medan tahun 1937, dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Wali Kota Medan.

Sepak terjang bidang politik tak diragukan dengan berhasil menjabat sebagai Wali Kota Medan tahun 1945 yang dilantik oleh Presiden Soekarno.

Selanjutnya dia pernah dipercaya dengan menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) Sumatera Timur tahun 1946, Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Yogyakarta dengan menjadi Ketua DPR tahun 1947.

Dalam tiga tahun, dia juga berhasil menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara dengan masa jabatan 16 Agustus 1950 hingga 19 Februari 1953.

Di masa kepemimpinannya, Luat membentuk sarikat pedagang pribumi di Sumatera Timur, Aceh, dan Tapanuli.

2. Basyrah Lubis

Basyrah Lubis lahir di Huta Godang (8 Januari 1912), adalah seorang Wali Kota Medan ke-7 masa jabatan periode tahun 1961 hingga 1964.

Basyrah adalah adik dari Raja Djunjungan Lubis yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara periode tahun 1960-an.

Dia menjabat sebagai Wali Kota Medan yang dilantik oleh Presiden Soekarno dengan masa jabatan 28 Februari 1961 hingga 30 Oktober 1964.

Basyrah aktif di dunia pendidikan dan pergerakan nasional dengan perjuangan di Sumatera Barat

3. Agus Salim Rangkuti

Haji Agus Salim Rangkuti adalah seorang Wali Kota Medan ke-12 yang menjabat selama 10 tahun.

Agus menjadi Wali Kota Medan periode 1 April 1980 hingga 31 Maret 1985, dan melanjutkan kepemimpinannya periode 1 April 1985 hingga 31 Maret 1990.

4. Djaidin Purba

Djaidin Purba lahir di Simalungun ( 1 Mei 1906), adalah seorang politikus, pengacara, dan Wali Kota Medan.
Awal karirnya di bidang politik bermulai dengan menjabat sebagai Anggota Senaat, Anggota DPR Republik Indonesia (RI) tahun , Advocaat Procureur Medan, Ketua Pengadilan Negeri di Pematang Siantar, dan Hakim Mahkamah Tinggi Sumatera di Pematang Siantar.

Djaidin juga pernah bekerja sebagai Dosen Sekolah Militer Prapat, Dosen Kursus Koperasi Sumatera Utara dan Dosen Sekolah Menengah Atas di Pematang Siantar tahun 1942 hingga 1945.

Selama dua tahun kemudian, Ia berhasil menjabat sebagai Wali Kota Medan sejak September 1947 hingga Juli 1953 dan tergabung dalam Partai Nasional Indonesia (PNI).

5. Muda Siregar

H. Muda Siregar lahir di Hutanopan, Tapanuli (Juni 1900), adalah seorang Politikus Indonesia, Anggota Konstituante, dan Wali Kota Medan.

Awal karirnya menjabat sebagai candidat Inlandsh Bestuurs Ambtenaar (berturut-turut di Sibolga dan Hutanopan) tahun 1919, Asistent Demang Natal tahun 1921, Studie pada besturschool tahun 1926, dan Asisten Demang berturut-turut di Sibolga dan Sibubukan tahun 1928.

Lalu Ia pernah menjabat sebagai Kepala Deraeng Natal tahun 1946, Patih di Padangsidempuan dan Patih di Padangsidempuan tahun 1946.

Satu tahun kemudian, dia menjabat sebagai Bupati Padangsidempuan tahun 1947, Residen d/p pada kantor Gubernur Sumatera Utara tahun 1951, dan Residen d/p pada Menteri Agraria di Djakarta tahun 1954.

Karirnya semakin bersinar dengan berhasil menjabat sebagai Anggota Konstituante dan merangkap jabatan sebagai Wali Kota Medan ke-5 dengan masa jabatan 9 November 1956 hingga 5 Juli 1959.

6. Rahudman Harahap

Mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.
Mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. (HO / Tribun Medan)

Drs. H. Rahudman Harahap, M.M lahir di Gunung Tua (21 Januari 1959), adalah seorang Wali Kota Medan ke-15 dengan masa jabatan tahun 2010 hingga 2013.

Rahudman adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya.

Rahudman alumni dari SD Negeri Padang Sidempuan tahun 1971, lanjut ke SMP Negeri Padang Sidempuan tahun 1974, dan SMA Negeri Padang Sidempuan tahun 1977.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah, dia mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil golongan II/a dengan pangkat Pengatur Muda tahun 1981.

Selama empat tahun kemudian, Rahudman naik golongan menjadi II/b tahun 1985 dan melanjutkan pendidikan dengan jurusan Tata Praja di IIP Jakarta dan lulus tahun 1989.

Selanjutnya dia diangkat menjadi Sekretaris Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar tahun 1990.

Karirnya semakin bersinar dengan berhasil menjabat sebagai Camat, lalu di tahun 1997 pernah menjabat sebagai Kepala Dinas pasar kodya Daerah Tingkat (DATI II) Pematang Siantar.

Dua tahun kemudian, Ia juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Tapanuli Selatan dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Sumatera Utara dengan gelar Magister Manajemen.

Di tahun 2008 Rahudman diangkat sebagai Asisten Pembinaan Hukum dan Sosial di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumatera Utara, Asisten Administrasi Hukum dan Aset di Setda Sumatera Utara.

Sepak terjang karir semakin bersinar, Ia menjadi Penjabat Wali Kota Medan dengan menggantikan Afifuddin periode 23 Juli 2009 hingga 16 Februari 2010.

Dia dilantik oleh H. Syamsul Arifin, jabatannya berlanjut hingga tahun 2013 bersama Wakil Wali Kota Medan yaitu Dzulmi Eldin dengan menggantikan Syamsul Arifin.

7. Akhyar Nasution 

Akhyar Nasution dilantik sebagai Wali Kota Medan ke-17 di Aula Tengku Rizal Nurdin Pemprov Sumut, Kamis (11/2/2021). Akhyar mencatat sejarah sebagai wali kota tersingkat di Indonesia, dengan menjabat selama 6 hari.
Akhyar Nasution dilantik sebagai Wali Kota Medan ke-17 di Aula Tengku Rizal Nurdin Pemprov Sumut, Kamis (11/2/2021). Akhyar mencatat sejarah sebagai wali kota tersingkat di Indonesia, dengan menjabat selama 6 hari. (Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk)

Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si lahir di Medan (21 Juli 1966), adalah seorang Wali Kota Medan ke-17 dengan masa jabatan tahun 2021. 

Akhyar alumni dari SD Negeri 060863 atau 27, lanjut sekolah di SMP Negeri 9 Medan (kini SMP Negeri 11 Medan), lanjut sekolah di SMA Negeri 3 Medan, dan menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan fisika.

Namun Akhyar keluar dan bekerja sebagai staf laboratorium di PT Fajar Hamparan Mas tahun 1995, dan tahun 1988 Akhyar melanjutkan pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Sumatra Utara.

Awal karir politik Akhyar bermula dengan menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli tahun 1998, selanjutnya dia pun melanjutkan pendidikan S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan di Universitas Sumatera Utara.

Selanjutnya dia berhasil menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Medan periode 1999 hingga 2004, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Sumatera Utara tahun 2008, dan Wakil Sekretaris Eksternal tahun 2010.

Karir politiknya semakin bersinar dengan berhasil menjabat Wakil Sekretaris Internal tahun 2015 dan menjabat sebagai Wakil Wali Kota Medan karena Dzulmi Eldin ditahan KPK.

Akhyar mencatatkan sejarah baginya dan Kota Medan dengan memiliki jabatan sebagai Wali Kota Medan definitif dengan masa jabatan tersingkat hingga 17 Februari 2021.

8. Bobby Nasution

Bobby Nasution di Stadion Teladan
Bobby Nasution di Stadion Teladan (HO / Tribun Medan)

Muhammad Bobby Afif Nasution lahir di Medan (5 Juli 1991), adalah seorang Wali Kota Medan ke-18 dengan masa jabatan tahun 2021.

Bobby merupakan menantu kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), suami dari Kahiyang Ayu (anak kedua Jokowi), dan keturunan dari Raja Gunung Baringin Nasution di Panyabungan Timur, Mandailing Natal.

Bobby alumni dari SD Muhammadiyah 02 Pontianak, lanjut sekolah di SMP Negeri 22 Bandar Lampung, dan lanjut sekolah di SMA Negeri 09 Bandar Lampung.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolahnya, dia melanjutkan pendidikannya ke Institut Pertanian Bogor jurusan agribisnis, dan menempuh pendidikan magister di institut Pertanian Bogor jurusan manajemen dan bisnis.

Bobby pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum HIPMI (II) tahun 2019, lalu di tahun 2021 dia menjabat sebagai Wali Kota Medan ke-18 tahun 2021 dengan menggantikan Akhyar Nasution.  

Dalam masa jabatannya, Ia menetapkan lima program prioritas utama yakni penanganan kesehatan, banjir, kebersihan, infrastruktur dan penataan heritage untuk segera dituntaskan guna memberikan ketenangan dan kenyaman bagi masyarakat.

Bobby pun berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan yang diraih Pemko Medan, seperti penghargaan kepada Kota Medan sebagai Kota Layak Anak Peringkat Madya tahun 2021 dan penghargaan sebagai pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Selain itu mendapat penghargaan dari Kementrian Komunikasi  dan Informatika Republik Indonesia sebagai Smart City kategori Smart Governance,  Pemko Medan meraih juara kedua atas pencapaiannya dalam komitmen pengawasan dan pengendalian untuk pemerintah kota dan capaian dalam implementasi penilaian kinerja BKN Award 2021.

Bobby juga meraih piagam penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2020 dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved