Diduga Salah Tangkap

Ya Allah Kasihannya, Nelayan Sepuh Disiksa Oknum Polres Batubara Hingga Tulang Retak dan Diperas

Seorang nelayan sepuh mengaku disiksa dan diperas penyidik Polsek Labuhan Ruku hingga Rp 40 juta

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY
Rusli, seorang pria yang diduga jadi korban salah tangkap Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara, Sumatera Utara saat mendatangi Polda Sumut, Jumat (18/3/2022). Dia datang untuk menanyakan laporannya yang melaporkan oknum polisi atas penganiayaan terhadap yang telah dilimpahkan ke Polres Batubara.   

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Rusli, warga Dusun III Pokan, Kelurahan Ujung Kubu, Kabupaten Batubara adalah nelayah sepuh yang biasa mencari ikan di lautan.

Tapi belakangan, lelaki berusia 54 tahun ini ditangkap petugas Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara karena tuduhan kasus pencurian motor.

Padahal, Rusli sama sekali tidak pernah mencuri, bahkan membeli motor curian.

Setelah ditangkap petugas Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara, Rusli mendapatkan tindakan biadab dari sejumlah petugas.

Baca juga: JUKIR e-Parking Cekcok dengan Oknum Polisi Samsat, Bobby Nasution Akui Perlu Sosialisasi

Rusli disiksa sedemikian rupa dengan cara diinjak-injak oleh penyidik hingga tulang kakinya retak.

Bahkan, kepalanya beberapa kali dihantam menggunakan gagang pistol.

Saat diwawancarai Rusli sempat menyebut satu nama petugas yang ada di Polsek Labuhan Ruku diduga sebagai orang yang ikut melakukan penyiksaan.

Dia adalah Bripka Sukri.

"Saya 19 hari disiksa, dipijak anggotanya Brigadir Sukri," kata Rusli saat ditemui di Polda Sumut, Jumat (18/3/2022).

Rusli menyebut telah melaporkan kejadian ini ke Polda Sumut.

Baca juga: LBH Medan Curigai Ada Konspirasi Soal Vonis Ringan 5 Oknum Polisi Pencuri yang Bawa Narkoba

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved