Diduga Salah Tangkap

Ya Allah Kasihannya, Nelayan Sepuh Disiksa Oknum Polres Batubara Hingga Tulang Retak dan Diperas

Seorang nelayan sepuh mengaku disiksa dan diperas penyidik Polsek Labuhan Ruku hingga Rp 40 juta

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY
Rusli, seorang pria yang diduga jadi korban salah tangkap Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara, Sumatera Utara saat mendatangi Polda Sumut, Jumat (18/3/2022). Dia datang untuk menanyakan laporannya yang melaporkan oknum polisi atas penganiayaan terhadap yang telah dilimpahkan ke Polres Batubara.   

Rusli mengatakan, penganiayaan bermula ketika dia dituduh mencuri dan menadah sepeda motor Honda Supra 125 milik seorang.

Dia ditangkap pada 21 Agustus 2020 lalu, dan dikurung selama 19 hari hingga akhirnya dilepaskan.

Baca juga: Kasus Oknum Polisi Diduga Selingkuh Berlanjut, Istri Sah Beberkan Kejadian Hingga Dilapor ke Polisi

Pembebasannya lantaran dia menyetor uang Rp 30 juta kepada Kanit Reskrim Polsek bernama Jasmar Sitinjak.

Dia dijanjikan memperoleh surat bebas murni dari kejahatan pencurian dan penadahan sepeda motor.

Namun, hampir setahun berlalu surat yang dijanjikan tak kunjung diberikan, sehingga Rusli melaporkan kasus penganiyaan yang dialaminya.

"Negosiasi waktu itu katanya saya boleh bebas murni dengan syarat harus membayar 30 juta pak kepada Kanit Reskrimnya pak, Jasmar Sitinjak," ucapnya.

Rusli menjamin kalau ia sama sekali tak mencuri dan menadah sepeda motor Honda Supra tahun 2009 yang dituduhkan polisi terhadapnya. Namun polisi menangkapnya atas dasar laporan seorang bernama Nirwan Syahputra.

Dia pun menyebut polisi tak pernah mempertemukan dia dengan sih pencuri yang disebut lebih dulu ditangkap.

"Kalau saya dituduh 480 saya juga tidak pernah dijumpai sama malingnya dan saya memang tidak pernah sama sekali membeli barang curian dan saya tidak pernah mencuri. Itu yang laporkan atas nama Nirwan, warga Kecamatan Tanah Datar, Kabupaten Batubara."

Usai dibebaskan dia pun mencoba mencaritahu kasus pencurian sepeda motor yang membuatnya dituduh sebagai penadah.

Dia mendatangi alamat seorang yang diduga melaporkannya dan menemukan sepeda motor tersebut berada di rumah itu.

Usut punya usut, pelapor atas nama Nirwan Syahputra telah menerima uang perdamaian dari seorang pria diduga maling sebesar Rp 40 juta.

"Karena saya pun sudah kroscek ke rumah si pelapor dan sepeda motor yang dilaporkan itu sudah berada di rumahnya dan dia sudah menerima perdamaian dari seorang laki-laki bernama Muhammad Akhir 40 juta."

Dia pun mengungkap kalau penahanan dirinya usai polisi membebaskan pelaku pencurian tersebut. Atas dasar itu dia menduga polisi sengaja mengkambinghitamkan dirinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved