Breaking News:

Bertempat di Rumah Rahudman Harahap, Rizal Ramli Nyatakan Siap Jadi Capres, Pengin Gantikan Jokowi

Tokoh nasional, Rizal Ramli nyatakan diri bersedia mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia

Istimewa
Tokoh nasional, Rizal Ramli nyatakan diri bersedia mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tokoh nasional, Rizal Ramli nyatakan diri bersedia mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia menyatakan siap menggantikan posisi Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Indonesia. 

Pernyataan itu disampaikannya saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Kota Medan, Rahudman Harahap di Pendopo Rumah Pribadi Rahudman di Komplek Tasbi, Kota Medan, Senin (21/3/2022). 

"Saya siap menjadi Presiden kedepannya," ujarnya seusai menjawab pertanyaan masyarakat terkait penambahan utang negara. 

Dalam kesempatan itu, ia mengulas bagaimana utang Indonesia mengalami peningkatan yang cukup dratis. Oleh sebab itu, ia mempunyai beberapa solusi jitu. Di antaranya menggantikan utang dengan komitmen untuk menjaga lingkungan. 

Ia mengaku, bluprint dan track record bagaimana mengatasi masalah perekonomian di Indonesia dan sudah berkali-kali menjadi menteri. Sehingga, ia mengaku sangat siap menjadi Presiden Indonesia. 

Tidak hanya mengulas utang Indonesia yang kian meningkat, dihadapan para aktivis, tokoh pemuda dan ibu-ibu pengajian ia membeberkan sejumlah prestasinya. 

Seperti berhasil meningkatkan pendapatan Bank BNI, serta PLN. Bahkan, ia mengklaim mampu mengatasi masalah Garuda saat menjabat sebagai menteri. 

Selain itu, ia juga mengulas startegis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi saat mengalami krisis global yang diakibatkan pandemi Covid-19. 

Rizal Ramli menyatakan, pandemi Covid-19 memang telah mempengaruhi perekonomian Indonesia. Namun dengan kasus covid-19 yang mulai landai menjadi momentum perbaikan kembali perekonomian yang telah sempat terpuruk.

Menurutnya, sejumlah strategi perlu dilakukan pemerintah agar pemulihan ekonomi bisa dilakukan lebih cepat. Ia pun mencontohkan strategi yang pernah dilakukannya saat menjabat Menko Ekuin di era pemerintahan Gus Dur dalam mengatasi krisis ekonomi yang sebelumnya terjadi.

“Bagaimana pemerintah harus berani mengambil tindakan tindakan berani untuk meningkatkan ekonomi. Seperti meningkatkan pendapatan ASN. Pada tahun 2000 kita naikan gaji pegawai negeri 125 persen dalam 21 bulan. Hasilnya baik, ekonomi kita tumbuh, karena daya beli masyarakat meningkatkan, UMKM maju karena daya beli masyarakat tinggi," kata dia.

Pemerintah, kata Rizal Ramli, harus dapat memperbaiki tingkat konsumsi masyarakat terlebih dahulu, karena konsumsi masyarakat merupakan penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar.

“Agar konsumsi masyarakat bisa meningkat, pemerintah harus membuat kebijakan yang berdampak pada meningkatnya pendapatan dan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah harus mengurangi ketergantungan impor pangan dengan cara menghidupkan petani. Lalu, ia  mencontohkan ketergantungan impor kedelai yang berdampak pada tingginya harga kedelai di pasaran, menjadi keluhan pengusaha tahu dan tempe.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved