Berita Simalungun

BERHARAP Keadilan, Masyarakat Adat Sihaporas Gelar Ritual di Halaman PN Simalungun

Masyarakat adat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) menggelar ritual doa di depan Pengadilan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / ALIJA MAGRIBI
Masyarakat adat Sihaporas menggelar ritual doa agar permohonan keadilan yang diharapkan ke PN Simalungun berjalan lancar, Rabu (23/3/2022) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Masyarakat adat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) menggelar ritual doa di depan Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (23/3/2022) siang.

Mereka mendoakan majelis hakim agar terbuka hatinya untuk memberikan keadilan bagi masyarakat adat.

Didampingi sejumlah mahasiswa, masyarakat adat menggugat praperadilan sah tidaknya penghentian penyidikan terhadap Humas TPL Bahara Sibuea yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap masyarakat adat.

Di halaman depan Mapolres, masyarakat adat kemudian melakukan ritual doa dengan menyajikan dupa dan beberapa rempah-rempah adat (demban) sebagai media doa.

“Kita masyarakat adat Sihaporas membuat kegiatan ritual. Ini merupakan warisan dari Oppung Mamontang Laut Ambarita. Dulu, Oppung saat merasa menghadapi kendala di setiap urusan, dia harus berdoa melalui ritual kepada Debata Mulajadi Nabolon (Tuhan Maha Kuasa) supaya segala kendala dan urusan dimudahkan,” kata Mangitua Ambarita, Wakil Ketua Lamtoras.

Pejuang tanah adat ini menyampaikan, masyarakat adat merasa kesulitan untuk mendapatkan keadilan dari aparat penegak hukum.

Bagi mereka, keadilan di Simalungun belum berjalan sebagai mana mestinya.

“Kita masyarakat melihat keadilan maksimal. Terjadi tebang pilih keadilan. Ketika masyarakat membuat pengaduan atas keluhan yang dialami. Bukannya mendapat proses keadilan secara keadilan,” kata Mangitua.

Dalam kasus ini, Mangitua menyampaikan bahwa warganya, Thomson Ambarita telah membuat gugatan praperadilan atas sah tidaknya penghentian penyidikan tersangka Humas PT Toba Pulp Lestari, Bahara Sibuea.

Bahara kini hidup bebas karena aparat penegak hukum membatalkan proses hukum yang bersangkutan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved