Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Dokter Puskesmas di Pakpak Bharat Gelar Pelatihan Khusus
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan suatu pelatihan khusus bagi para dokter yang bertugas di Puskesmas
TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan suatu pelatihan khusus bagi para dokter yang bertugas di berbagai Puskesmas di Wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dokter dalam melakukan pelayanan asuhan antenatal, persalinan dan nifas sesuai dengan kompetensi dalam Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia (SNPPDI) 2019.
"Pelatihan ini sengaja diselenggarakan guna membantu menekan serta mengupayakan penurunan angka kematian ibu dan bayi, saat ini di mana Indonesia sampai kini belum mencapai target Sustainable Development Goals (SGD’s)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pakpak Bharat, dr. Thomas, Kamis (24/3/2022).
Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyelenggarakan suatu pelatihan khusus bagi para dokter yang bertugas di berbagai Puskesmas di Wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.
Berbagai strategi penurunan angka kematian ibu dan bayi harus terus dilakukan antara lain akses pelayanan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan pemberdayaan masyarakat dan penguatan tata kelola.
Salah satu upaya terobosannya adalah dengan menetapkan Kabupaten/Kota lokus penurunan angka kematian ibu dan bayi yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan dan dilaksanakan secara bertahap.
"Selain upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dokter dalam pelayanan antenatal, persalinan,dan pelayanan masa nifas bagi ibu, serta meningkatkan kemampuan dokter dalam mendeteksi penyulit medis obstetri hingga penyulit medis non obstetri," jelas dr. Thomas.
Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para dokter yang bertugas di berbagai Puskesmas di Wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Kamis (24/3/2022). (HO)
Pelatihan Diikuti Dokter dari 4 Puskesmas
Pelatihan ini diikuti oleh empat orang dokter dari Kabupaten Pakpak Bharat yakni dr. Andi Haris Nasution dari Puskesmas Sibande, dr. Ribu Anna dari Puskesmas Sukaramai, dr. Randy Ginting dari Puskesmas Siempat Rube dan dr. Helmi Harianja dari Puskesmas Salak.
Metode pelatihan sendiri dilakukan secara metode Blended Learning dan telah dilaksanakan sejak tanggal 19 Februari - 24 Maret 2022.
Selama proses pelatihan ini para dokter dibimbing oleh fasilitator dari Kementrian Kesehatan, mentor dari RSUD Salak di antaranya dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam, serta diawasi oleh observer dari Dinas Kesehatan Pakpak bharat dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyelenggarakan suatu pelatihan khusus bagi para dokter yang bertugas di berbagai Puskesmas di Wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.
"Untuk kegiatan On Job Training (OJT) kita laksanakan di RSUD Salak," ujar dr. Thomas.
"Ke depannya pelaksanaan antenatal care akan dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali oleh dokter di FKTP, dari total enam kali pemeriksaan selama kehamilan, yaitu pada kunjungan pertama (K1) dan kunjungan kelima (K5)," lanjut dia.
Pada pemeriksaan, kata dr. Thomas, akan diidentifikasi tanda-tanda penyulit kehamilan, sehingga dapat dilakukan penanganan lebih dini dan menghindari komplikasi.
"Kiranya pelatihan ini dapat membantu upaya kita dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi nasional khususnya di Kabupaten Pakpak Bharat yang kita cintai ini," ujarnya.
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dinas-Kesehatan-Pemkab-Pakpak-Bharat.jpg)