Breaking News:

News Video

Polda Sumut Kembali Tangkap Tersangka Pengangkut Pekerja Migran Indonesia Ilegal ke Malaysia

Polda Sumut kembali menangkap empat orang tersangka kapal karam pengangkut pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Polda Sumut kembali menangkap empat orang tersangka kapal karam pengangkut pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia setelah sebelumnya menangkap nahkoda kapal berinisial H.

Adapun keempatnya adalah RD selaku anak buah kapal, DS selaku mekanik, kemudian RD juru masak dan RR pelaku pemilik tempat penampungan.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, mereka ditangkap pada 22 Maret lalu.

"Kita berhasil menangkap para nahkoda dan para awak kapal. Disana, ada lima orang yang ditangkap pada tanggal 22 Maret," ucapnya, Kamis (24/3/2022).

Panca mengaku pihaknya masih memburu tiga orang yang diduga terlibat lainnya.

Mereka diantaranya ialah R, pemilik penampungan sebelum mereka diberangkatkan ke kapal, ST sebagai kordinator dan SM pemilik kapal.

Selain itu, Polda Sumut akan berkordinasi dengan Polda-polda lainnya untuk menangkap orang yang melakukan rekrutmen di wilayah asal calon pekerja migran Indonesia ilegal.

Diduga kuat, setiap daerah memiliki agen yang merekrut untuk diberangkatkan ke Malaysia melalui pelabuhan tikus di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka menerima upah sebesar Rp 6 juta sekali berangkat.

"Ini akan kita kejar teman-teman sekalian, tiga orang lagi termasuk yang merekrut. Kita berkordinasi dengan Polda-Polda tempat asal mereka untuk melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap para rekrutmen yang ada di daerah asal."

Bakal Jerat Pelaku Dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan akan menjerat para pelaku pengirim pekerja migran Indonesia ilegal dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Dia menuturkan, selama ini perairan yang ada di pantai pesisir barat khususnya Asahan dan Tanjungbalai kerap dijadikan jalur tikus pemberangkatan pekerja ilegal ke Malaysia.

"Oleh sebab itu saya bersama-sama Kejati akan memberikan sanksi sebesar-besarnya termasuk menerapkan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang.
Karena aliran dana harus kita cek untuk memberikan efek jera kepada para pelaku," ungkap Panca.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved