Breaking News:

Sejahterakan Petani, Pemkab Dairi Gencarkan Program KUR Klaster, Berikut Manfaatnya

Dimasa pemerintahan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan sedang gencar menggalakkan KUR Klaster kopi

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Dimasa pemerintahan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan sedang gencar menggalakkan KUR Klaster kopi 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIDIKALANG - Dimasa pemerintahan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan sedang gencar menggalakkan KUR Klaster kopi.

Dan jagung yang merupakan komoditi unggulan untuk dapat membantu para petani mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen.

Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi, Robot Simanullang mengatakan Kur Klaster ini melibatkan pihak perbankan dan off taker atau pihak penjamin.

"Kita terus menggalakkan KUR Klaster, dengan bekerjasama dengan pihak perbankan dan off taker supaya petani tidak kesulitan mengakses permodalan hingga pasca panen," ujarnya kepada Tribun Medan, Rabu (23/3/2022).

Petani akan mendapatkan KUR dalam bentuk modal berupa pengolahan lahan, benih, pupuk, pestisida, hingga jaminan pembelian hasil panen.

"Petani tidak perlu lagi mencari benih, karena sudah tersedia sesuai spesifik lokasi. Begitu juga dengan pupuk juga disediakan berupa pupuk nonsubsidi sehingga petani tidak lagi kesulitan pupuk apalagi tergantung dengak pupuk subsidi, serta hasil panen juga ditampung sesuai dengan pasar," terangnya.

Lanjut Robot, KUR Klaster ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai bantuan modal bukan kredit, karena bunganya yang sangat rendah tanpa agunan dan dikembalikan setelah panen dengan luas lahan maksimal 2 Ha.

"Ambil saja contohnya jagung, untuk nilai KUR Rp.15 juta dengan luas lahan 1 Ha bunganya hanya Rp. 450 per 6 bulan atau per satu kali musim tanam," ungkapnya.

Selain itu, tanaman jagung dan kopi yang masuk dalam KUR Klaster ini juga dijamin pihak asuransi apabila mengalami gagal panen dengan persyaratan tertentu sehingga petani tidak merasa dirugikan.

Dirinya berharap, program ini akan membantu  petani di Kabupaten Dairi agar lebih unggul dan sejahtera.

(Cr7/Tribun-Medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved