Bupati Sergai

AKUN WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Bupati Sergai Beredar, Masyarakat Diminta Berhati-hati

Setelah sebelumnya akun Facebook milik Bupati Sergai, Darma Wijaya diduplikasi untuk perbuatan kriminal, kali ini akun whatsAppnya juga disalahgunakan

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
Screenshoot profil WhatsApp (WA) palsu atasnama Bupati Sergai, Darma Wijaya, Minggu (27/3/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Setelah sebelumnya akun Facebook milik Bupati Serdangbedagai (Sergai), Darma Wijaya diduplikasi untuk perbuatan kriminal, kali ini kejahatan serupa dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab pada akun WhatsApp (WA).

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, H Akmal.

"Kepada masyarakat, khususnya warga Sergai, diminta untuk waspada dan hati-hati. Jangan sampai terperdaya tindak penipuan seperti ini," ujar Akmal, Minggu (27/3/2022).

Screenshoot profil WhatsApp (WA) palsu atasnama Bupati Sergai, Darma Wijaya, Minggu (27/3/2022).
Screenshoot profil WhatsApp (WA) palsu atasnama Bupati Sergai, Darma Wijaya, Minggu (27/3/2022). (TRIBUN MEDAN/HO)

Lanjut Akmal, masyarakat harus memperhatikan betul pesan yang diterima dari nomor asing yang mencurigakan.

Misalnya, pesan tersebut menjanjikan sesuatu yang tidak masuk akal atau menggiurkan, utamanya berhubungan dengan materi.

"Jangan sampai terjebak iming-iming dari pelaku. Hindari menyerahkan apapun, entah itu uang, berkas atau data pribadi lain kepada nomor yang mencurigakan," ujar Akmal.

Jika pesan dari nomor asing yang masuk mengaku sebagai orang yang dikenal, Akmal menambahkan, masyarakat maka perlu melakukan verifikasi.

Selain mengecek lewat orang lain yang dapat di percaya, verifikasi juga bisa dilakukan lewat aplikasi database nomor seluler yang bisa diunduh di ponsel.

"Ada beberapa pilihan aplikasi untuk mengecek data nomor asing atau nomor baru yang menghubungi kita. Misalnya Get Contact atau True Caller. Dua aplikasi tersebut menyimpan database banyak nomor seluler dan bisa kita pakai untuk mengetahui identitas nomor asing," ujar Akmal.

Terakhir, Akmal meminta kepada masyarakat yang merasa dirugikan supaya segera melaporkan kepada pihak berwajib.

"Jika ada dari masyarakat yang jadi korban tindak kejahatan penipuan ini agar membuat laporan ke aparat berwenang," tutup Akmal.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved