Berita Simalungun

Gelap Gulita, Listrik Pantai Bebas Parapat Kembali Diputus PLN, Padahal Baru Dikunjungi Sandiaga Uno

Listrik Pantai Bebas Parapat untuk kesekian kalinya diputus oleh PLN. Padahal baru dikunjungi Menteri Sandiaga Uno

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Suasana Pentas Danau Toba di Pantai Bebas Parapat pada Selasa (22/3/2022) malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Arus listrik di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun kembali diputus PLN.

Alasannya, tagihan bulan Maret 2022 belum dibayarkan vendor yang menguasai proyek senilai Rp 84,6 miliar tersebut. 

Padahal RTP Pantai Bebas Parapat ini baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Rabu (2/2/2022).

Namun sudah dua kali listrik di area seluas 10.000 meter persegi itu diputus oleh PLN UP3 Pematangsiantar. 

Pemutusan pertama terjadi pada 24-25 Februari 2022, yang mana PT WIKA selaku pengelola menunggak Rp 11 juta. 

Kemudian, kini, Maret 2022, pemutusan kembali dilakukan oleh PLN UP3 Pematangsiantar dengan tagihan Rp 6 juta.

Baca juga: UMKM di Kawasan Danau Toba, Menteri Parekraf Sandiaga Uno Sebut Sebagai Lokomotif Perekonomian

Manajer ULP Siantar Kota, Tommy Saragih menyampaikan masalah tagihan listrik di RTP Parapat sudah disurati kepada pemilik akun untuk segera membayarkan, sehingga arus listrik dapat kembali diaktifkan.

“Sekitar Rp 6 juta. Sudah kita surati vendor yang merupakan pemilik rekening listrik RTP Parapat. Mereka menunggak untuk bulan ini saja. Karena memang, tidak boleh ada tunggakan ya,” kata Tommy, Senin (28/3/2022).

Tommy menyampaikan, pemutusan arus listrik di RTP Pantai Bebas Parapat sudah tiga hari berjalan.

PLN UP3 Pematangsiantar menanti itikad baik pihak yang bertanggungjawab atas pemanfaatan listrik di obyek wisata baru tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved