Breaking News

Perbaikan Jalan

MENAHUN Aspal di Pasar Sukaramai Dibiarkan Hancur Lebur

Aspal di Pasar Sukaramai dibiarkan hancur lebur tanpa tersentuh perbaikan hingga saat ini. Warga bandingkan dengan perbaikan di Balai Kota

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Para pengendara saat melintasi Jalan Ar Hakim seputar Pasar Sukaramai Medan, Senin (28/3/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kondisi aspal di Jalan AR Hakim, persisnya di Pasar Sukaramai hancur lebur tak tersentuh perbaikan puluhan tahun. 

Pantauan Tribun-medan.com Senin (28/3/2022), tampak lubang besar menganga tak jauh dari lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sehingga banyak pengendara yang harus berjalan lambat untuk menghindari lubang tersebut.

Tak hanya itu, aspal jalan yang buruk, diperparah dengan kondisi penerangan jalan yang remang-remang saat malam, kerap menimbulkan kecelakaan atau begal.

Sebelumnya, kondisi aspal jalan di kawasan Pasar Sukaramai ini bolak-balik diminta masyarakat untuk diperbaiki sejak dua tahun lalu.

Baca juga: Jalan Arif Rahman Hakim Depan Pasar Sukaramai Kota Medan Rusak Parah, Becek dan Sebabkan Macet

Namun, hingga saat ini tak kunjung ada perbaikan.

Karin, pengendara yang sering melintas di persimpangan tersebut turut mengeluhkan kondisi jalan yang semakin mengkhawatirkan. 

"Parah kali kalau udah lewat disitu. Udah sering macet karena banyak yang jualan sampai ke tengah jalan. Kalau lewat situ juga wajib fokus, soalnya lubangnya dalam dan besar. Apalagi kalau malam, lebih milih putar arah lah dari Jalan Denai daripada harus ngelewatin jalan itu di atas jam 10 malam," ungkap Karin.

Sementara itu, ia juga turut membandingkan dengan perbaikan jalan yang dilakukan di Jalan Balai Kota sekitaran Merdeka Walk. 

Baca juga: Ditegur Bobby Nasution, Ormas di Pasar Sukaramai Ciut dan Langsung Bongkar Lapak Liar Secepat Kilat

"Heran juga, di Jalan dekat MW itu padahal aspalnya gaklah nampak rusak, tapi udah ditimpah sama aspal lagi. Apa gak dilihat ya, banyak jalan di Medan ini rusak yang gak ada perbaikannya, tolong lah adil kalau perbaikannya," ujarnya.

Disisi lain, ternyata para PKL juga mengeluh dengan kondisi trotoar jalan namun tak ingin memperpanjang kondisi ini.

"Kalau bicara terganggu ya pasti lah. Siang kena 'makan' abu, kalau hujan kita terendam banjir ditambah bau pula. Tapi mau gimana lah lagi, kita pun hanya PKL disini," kata Agus, pedagang sayuran.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved