Pembunuhan Pengusaha Katering
BREAKING NEWS Boru Nababan Dibunuh Anak Pacarnya, Pelaku tak Terima Hubungan Korban dan Sang Ayah
Polres Asahan akhirnya menangkap Edi Suryanto Gultom, pelaku pembunuhan pengusaha katering bernama Orlide Nababan
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,ASAHAN - Petugas Sat Reskrim Polres Asahan akhirnya mengungkap teka-teki pembunuhan Orlide boru Nababan, pengusaha katering di Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.
Adapun pelaku pembunuhan pengusaha katering itu tak lain Edi Suryanto Gultom alias Jahormat Gultom (25).
Menurut polisi, Edi Suryanto Gultom ini adalah anak dari pacar korban.
Korban selama ini pacaran dengan seorang lelaki, yang tak lain merupakan ayah kandung dari Edi.
Baca juga: MENYERAMKAN, Boru Nababan Pengusaha Katering Tewas Dihujami Tikaman di Kediamannya
"Motifnya karena tidak senang dengan korban yang menjalin hubungan dengan ayahnya, sehingga dilakukannya aksi nekat tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ramadhani, Jumat (1/4/2022).
Ia mengatakan, karena alasan tidak suka itu, pelaku kemudian mengendap-endap mendatangi rumah korban pada Kamis (31/3/2022) dinihari kemarin.
Pelaku masuk dari jendela dengan cara mencongkelnya.
Lalu, pelaku menikam korban sebanyak tiga kali menggunakan parang.
Korban yang terluka parah akhirnya meninggal dunia.
Baca juga: AKHIRNYA Terungkap Motif Pembunuhan Iska Buruh Cantik, Pengakuan Pelaku Mengejutkan
Pascakejadian, pelaku berupaya melarikan diri ke Kota Makasaar.
Polisi yang mendapat informasi itu lantas bergerak cepat mencari pelaku.
Pada Kamis (31/3/2022) sore, beberapa jam setelah pembunuhan, pelaku pun ditangkap.
Pelaku diamankan di Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.
Saat itu, pelaku hendak menuju Bandara International Kualanamu guna melarikan diri menumpangi pesawat.
Setelah diamankan, kedua kaki pelaku ditembak petugas.
"Tersangka sekarang ini masih dalam pemeriksaan," kata Ramadhani.
Sebelumnya, Jentina Silitonga, anak Orlide boru Nababan menyebut dirinya tidak tahu siapa pelaku yang tega membantai ibunya.
Menurut Jentina, pelaku diduga masuk ke dalam rumah melalui jendela depan.
"Pelaku masuk dari jendela depan, jadi dipecahnya dua kaca, kemudian masuk dia ke dalam," kata Jentina.
Baca juga: MENYERAMKAN, Boru Nababan Pengusaha Katering Tewas Dihujami Tikaman di Kediamannya
Saat kejadian, adiknya yang berada di rumah tidak dapat melihat pelaku.
Sebab, saat kejadian semua lampu rumah dimatikan.
"Adik mendengar suara ribut-ribut. Namun tidak melihat langsung karena gelap. Seketika mama udah tergeletak di ruang tamu," ujarnya.
Ia mengaku, di lokasi kejadian ditemukan sarung pisau yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban.
Dalam kejadian tersebut, Jentina merasa heran.
Sebab, ibunya tidak pernah ribut dengan tetangga ataupun rekannya yang lain.
Baca juga: TIGA Pria yang Miliki Sabusabu Seberat Satu Kilogram Ditangkap, Satu Merupakan DPO Kasus Pembunuhan
"Tidak, setahu kami tidak punya masalah dengan orang. Mamak kesehariannya usaha keteringan untuk orang pesta," katanya.
Ia berharap agar pelaku segera diamankan, dan dijatuhi hukuman yang setimpal dengan yang dirasakan oleh mamak kami.
Kapolsek Bandar Pasir Mandoge, AKP Juni Hendrianto saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi.
"Benar, kejadian kekerasan yang mengakibatkan kematian tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 wib pagi tadi," kata Juni.
Ia mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
"Untuk kronologi atau motif, kami masih melakukan penyelidikan. Dan kami memohon doa kepada masyarakat agar pelaku cepat ditangkap," katanya.
Ia mengaku, kini telah berkordinasi dengan pihak Reskrim Polres Asahan untuk pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.
"Kami telah berkordinasi dengan pihak Satreskrim Polres Asahan untuk mengungkap pelaku," katanya.
Sementara untuk barang bukti yang diamankan oleh pihak polisi terdapat sarung senjata tajam serta beberapa bercak darah dilantai dan di jendela rumah korban.
"Pelaku diduga masuk melalui jendela rumah korban dan melakukan kekerasan tersebut saat seluruh isi rumah sedang terlelap," pungkasnya.(cr2/tribun-medan.com)