Ramadhan 1443 Hijriyah

Hukum Puasa Ramadhan Tapi Tidak Sahur, Apakah Pahala Berkurang, Begini Penjelasannya

Dengan sahur, Makruf menegaskan, umat Muslim akan semakin mendapatkan keberkahan puasa

Editor: Dedy Kurniawan
IST
Ilustrasi Berdoa saat Makan Sahur - 

TRIBUN-MEDAN.com - Sahur adalah satu momen penting dalam bulan Ramadan.

Sahur umumnya dilaksanakan pada dini hari, sebelum berkumandang azan Subuh.

Dalam beberapa kasus, ada orang yang tidak makan sahur.

Entah itu karena sengaja ataupun lupa atau telat bangun untuk sahur.

Baca juga: Baru Pacaran, Berondong Kalina Ocktaranny Mendadak Bongkar Soal Urusan Ranjang: Dia Memuaskan Kok

Namun, apakah tidak makan sahur akan membuat puasa menjadi tidak sah?

Berikut penjelasan dari Dr. Imam Makruf, Wakil Rektor IAIN Surakarta tentang sahur yang dikutip dari video Tanya Ustaz di YouTube Tribunnews.com.

Menurutnya ibadah sahur bukanlah bagian yang menentukan keabsahan puasa.

Baca juga: Mendulang Pahala dan Ampunan, 4 Amalan Sunnah Ini Sangat Dianjurkan di Bulan Ramadhan


Puasa ditentukan oleh dua hal, yakni niat dan menjaga diri untuk tidak makan, minum, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dua hal tersebut dilakukan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Baca juga: Peran Wanita Nakal, Terkuak Alasan Nathalie Holscher jadi Mualaf, Ungkap Kisah Bisikan Syahadat

 
"Oleh karena itu, apabila kita lupa tidak makan sahur, maka itu tidak mengurangi keutamaan atau keabsahan ibadah puasa Ramadan," ujar Makruf.

Namun, Makruf mengungkapkan, Rasulullah menganjurkan untuk makan sahur, bahkan mengakhirkannya.

Sebab, terdapat barokah di dalam sahur.

Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam bersabda, "Tasahharu fainna fissahuri barokah."

Artinya: "Makanlah sahur kamu sekalian, karena sesungguhnya di dalam sahur ada keberkahan."

(Hadis Riwayat an-Nasa’i (4/145) dan Ahmad (5/270)

Makruf menerangkan, keberkahan adalah suatu kebaikan.

Baca juga: Tajir Sejak Kecil, si Cantik Asal Medan Ini Ternyata Juga Pernah Susah, Raline Shah: Aku Juga Lemah

Dengan keberkahan itu, umat Muslim dapat menjalankan puasa secara baik pada esok harinya.

Seseorang yang berpuasa tidak akan kelaparan atau merasa kehausan jika sempat sahur.

"Sebaliknya, jika seseorang tidak makan sahur, hari akan dihabiskan dengan tidur siang."

Baca juga: DIBONGKAR Kim Hawt, Perceraian Puput dan Doddy Sudrajat Hanya Settingan: Gue Tahu Lagi Langkahnya

"Selain itu, tubuh menjadi lemas, tidak bersemangat bekerja, dan kurang bergairah dalam menjalankan ibadah puasa," papar Wakil Rektor IAIN Surakarta tersebut.

Itulah mengapa, menurut Makruf, umat Muslim dianjurkan untuk makan sahur.

Sementara itu, sunnah dari makan sahur adalah mengakhirkan sahur.

Makruf mengatakan, sahur adalah sunah.

Untuk itu, ia mengingatkan agar umat Muslim tidak lupa melakukan hal wajib dalam berpuasa, yakni mengikrarkan diri untuk berpuasa pada malam hari.

"Maka, seperti yang biasa dilakukan di masyarakat, di musala, masjid, surau, saat kita selesai melakukan ibadah salat Tarawih di malam hari, kita bersama-sama membaca niat berpuasa. Itulah yang menjadikan puasa sah dan sempurna," ucapnya.

Dengan sahur, Makruf menegaskan, umat Muslim akan semakin mendapatkan keberkahan puasa di bulan Ramadan.

"Yang wajib kita tentukan adalah bagaimana kita menjalankan puasa dengan penuh semangat, gairah, dan keikhlasan untuk mencari rida Allah subhanallahu wa ta'ala," tutupnya.


(*/Tribun-Medan.com)

 

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved