Breaking News:

Masjid Lama Gang Bengkok

Dibangun Keturunan Tionghoa, Masjid Lama Gang Bengkok Saksi Sejarah Perkembangan Islam di Kota Medan

Masjid Lama Gang Bengkok merupakan satu dari sekian banyak masjid tertua yang ada di Kota Medan

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
Masjid Lama Gang Bengkok yang merupakan satu diantara masjid bersejarah di Kota Medan, Minggu (3/4/2022) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Bagi sebagian masyarakat Kota Medan, mungkin sudah tidak asing dengan Masjid Lama Gang Bengkok.

Masjid yang dibangun oleh saudagar keturunan Tionghoa bernama Kapten Tjong A Fie ini bisa dibilang merupakan saksi sejarah perkembangan Islam di Kota Medan, khususnya di tanah Melayu.

Masjid yang terletak di Jalan Masjid, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat ini merupakan masjid pertama yang berdiri di Kota Medan, sebelum adanya Masjid Raya.

Baca juga: Sejarah Museum Rumah Tjong A Fie, Rumah Milik Saudagar Tionghoa Dermawan di Medan

Karena Masjid Lama Gang Bengkok ini dibangun oleh Tjong A Fie yang merupakan keturunan Tionghoa, tak heran jika rumah ibadah ini memiliki corak beragam budaya.

Bila dilihat dari bagian atap masjid yang melebar dan melengkung, maka ini menunjukkan simbol seperti kelenteng. 

Kemudian, dari corak yang menonjolkan kuning dan hijau, tak lain mewakili budaya atau menonjolkan masyarakat Melayu dan Islam. 

Sekretaris BKM Masjid Lama Gang Bengkok, Haji Muchlis Tanjung menjelaskan, selain adanya arsitektur yang menandakan toleransi yang tinggi, masih banyak hal unik di Masjid Lama Gang Bengkok ini. 

Baca juga: Sejarah Masjid Lama Gang Bengkok Sejak 1885, Tanah Wakaf Datuk Kesawan, Dibangun Saudagar Tionghoa

"Jadi masjid ini merupakan masjid pertama di Kota Medan yang berdiri sejak tahun 1874. Dimana tanah masjid ini merupakan tanah wakaf dari Datuk Kesawan bernama Muhammad Ali," kata Muchlis, Minggu (3/4/2022).

Ia menjelaskan, setelah tanah diwakafkan, ada saudagar kaya keturunan Tionghoa yang kemudian membangun masjid di tanah tersebut. 

"Jadi memang Tjong A Fie ini terkenal dengan kedermawanannya yang suka membangun tempat ibadah, dan bangunan ini full resmi pakai uangnya sendiri," ungkap.

Namun, seiring berjalannya waktu, bangunan ini sudah mengalami perubahan.

Baca juga: Melihat Keindahan Masjid Lama Gang Bengkok, Bukti Toleransi Umat Beragama di Kota Medan

"Kalau dari yang lain gak ada diubah, hanya pintu saja. Karena dulu pintunya masih kayu, sementara untuk atap dan yang lain-lain tidak. Tapi kami lakukan penambahan perluasan bangunan," ucapnya. 

Disinggung mengenai nama Masjid Lama Gang Bengkok, diakui Muchlis itu bukan nama yang diberikan oleh saudagar kaya asal Tiongha tersebut.

"Jadi, dulu itu ini jalan sempit dan gangnya bengkok, makanya dinamakan Masjid Lama Gang Bengkok. Tapi sekarang jalannya sudah diperbesar," ucapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved