Breaking News:

Berita Toba

GALIAN C di Desa Sigordang Jadi Penyebab Kerusakan Sawah Warga, Kini Masih Bebas Beroperasi

Warga Desa Siantar Tongatonga, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba menilai galian C di Desa Sigordang menjadi penyebab kerusakan tanaman.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / MAURITS PARDOSI
Suasana masyarakat bersama dengan pihak Pemkab Toba saat berada di Sungai Pandeampang yang berada di Desa Siantar Tongatonga, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba. Warga bersama Pemkab Toba sedang tinjau lokasi yang terdampak pada Sabtu (12/3/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Warga Desa Siantar Tongatonga, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba menilai galian C di Desa Sigordang menjadi penyebab kerusakan tanaman.

Galian c yang masih terus beroperasi hingga saat ini bakal dipertanyakan ke polisi. 

Pasalnya, setelah 11 hari pelaporan belum menunjukkan perkembangan. 

Seorang warga sekitar Sangapan Marpaung (49) menjelaskan, kondisi saat ini tidak berbeda jauh dengan kondisi sebelumnya setelah kehadiran galian C tersebut beroperasi.

Selain sumber mata air yang keruh dan berlumpur, persawahan juga terdampak limbah galian C tersebut.

“Sampai sekarang tambang galian C masih tetap beroperasi. Kita aksi dari masyarakat sudah menyampaikan kepada Pemkab Toba bahwa kita keberatan atas tambang yang ada di desa Sigordang,” ujar Sangapan Marpaung (49) pada Senin (4/4/2022).

Baca juga: BEGINI Cerita Santri Asal Thailand Tak Bisa Puasa Bersama Keluarga Sejak Pandemi Covid-19

Baca juga: Kafilah Langkat Raih 5 Besar di MTQ Tingkat Sumut, Plt Bupati Ucap Terimakasih dan Berikan Bonus

Lebih detail, ia menjelaskan pengaruh buruk terhadap alam dan areal pertanian di kawasan tersebut setelah ada galian C tersebut.

“Masalah utama kami bahwa galian C sudah memberikan dampak buruk bagi masyarakat; pertama, terhadap air minum. Air minum kami tercemar yang digunakan oleh 110 rumah tangga,” sambungnya.

Selain sumber air yang keruh dan berlumpur, areal persawahan masyarakat juga terdampak yang luasnya sekitar 30 hektar.

Bahkan, ada tiga bendungan yang jebol akibat bebatuan dan tanah yang berasal dari galian tersebut.

“Kedua, persawahan kami. Gara-gara limbah yang di Sigordang ini membawa lumpur hingga ke persawahan kami. Bendungan persawahan jebol, ada tiga bendungan,” terangnya.

“Luas persawahan yang terdampak ini sekitar 30 hektare. Sama sekali tidak bisa dilakukan penanaman atau pengolahan. Yang kami takutkan bahwa limbah tambang galian C ini yang berada di ketinggian bisa menjadi musibah sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Mereka takutkan adanya bencana alam manakala galian C di kawasan tersebut terus beroperasi.

“Inilah yang kami takutkan, ini semacam bom waktu karena kami berada di bawah atau kaki bukit tersebut. Kapan-kapan ini bisa menjadi menjadi bencana alam,” sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved