Berita Simalungun

Dispar Simalungun Batal Bangun Menara Pandang, Padahal Sudah Dimasukkan ke APBD 2022

Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun batal membangun menara pandang di wilayah Tigaras

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Pemandangan Danau Toba dari Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun | TRIBUN MEDAN - ALIJA MAGRIBI 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN-  Niat Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun untuk membangun menara pandang di obyek wisata Danau Toba yang berada di Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, kandas.

Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata batal dikucurkan untuk pembangunan proyek tersebut.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (7/4/2022), Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Simalungun - Sahat ML Simangunsong menyampaikan pembatalan proyek menara pandang tersebut mengacu surat dari Kementerian Pariwisata.

Baca juga: UPACARA Maguras Tao, Tradisi Batak Toba, Simbol Pemurnian Kembali Danau Toba

“Bulan tiga (Maret 2022) datang surat dari badan perencana wisata bahwa untuk kegiatan pembangunan menara pandang di Simalungun dibatalkan.

Jadi batal total. Surat sudah diterima Dinas Pariwisata dan diteruskan ke BPKD dan Bappeda Kabupaten Simalungun untuk dilaporkan ke Pemprov,” ujar Sahat.

Berdasarkan petunjuk dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara, ujar Sahat, maka Pemerintah Kabupaten Simalungun akan melakukan pembatalan secara resmi dalam Perubahan-APBD Tahun 2022.

Baca juga: Pangalo! dan The Ringos, Band Medan, Rilis Single Kedua Tentang Kenakalan Masa Kecil di Danau Toba

“Dengan dasar suratnya dari Badan Perencana Pariwisata - Kementerian Pariwisata tersebut,” tambahnya. 

Sahat menyampaikan, pada mulanya DAK rencananya diperoleh dari Kementerian Pariwisata tersebut digunakan untuk membangun menara pandang dan beberapa sarana penunjang wisata lain seperti rumah ibadah masjid di sekitaran Tigaras

Anggaran proyek itu pun sudah dimasukkan dalam APBD Kabupaten Simalungun tahun 2022 dengan nilai keseluruhan Rp 5,5 miliar.

Anggaran tersebut rencananya ditampung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun untuk dikerjakan tahun ini.

“Itu anggarannya dari DAK sebesar Rp 5,5 miliar. Setelah dibahas, disahkanlah untuk masuk dalam APBD tahun 2022.

Baca juga: RSI Tabur 100 Ribu Benih Ikan di Danau Toba Dukung Ekonomi Nelayan Lokal

Kemudian setelah dievaluasi Pemprov Sumut, turunlah anggaran tersebut menjadi DPA Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun tahun 2022,” ujar Sahat.

“Jadi semua DAK ini batal. Menurut mereka (Kementerian Priwisata) uang untuk memberikan DAK ke Simalungun belum cukup,” jelas Sahat.

Padahal, proyek menara pandang sendiri telah dimasukkan dalam unit kerja pengadaan barang dan jasa dengan nilai Rp 1,5 miliar.

Proyek tersebut dilaksanakan dengan metode pemilihan tender/lelang rekanan.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved