Kesehatan

ASAM LAMBUNG - Gejala Asam Lambung, Hindari Makanan Pemicu GERD, Bagaimana kalau Stres?

GERD setidaknya dapat didiagnosis ketika refluks asam lambung terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu atau telah menyebabkan peradangan di kerongko

Penulis: Rena Elviana Purba | Editor: Salomo Tarigan
Freepik
Ilustrasi Asam Lambung 

Antasida bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk mengobati heartburn akut.

Dengan demikian, meminum antasid setiap kali Anda memiliki sedikit rasa heartburn dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Penggunaan antasida yang berlebihan dapat menyebabkan konstipasi, diare, perubahan warna tinja, dan kram perut.

Produk antasida yang mengandung kalsium bahkan dapat menyebabkan batu ginjal.

Selain itu, antasida dapat mengganggu aktivitas obat-obatan tertentu, termasuk obat HIV, hormon tiroid, dan pengencer darah seperti Coumadin (warfarin).

Untuk menghindari interaksi, antasida mungkin perlu diminum antara dua hingga empat jam sebelum atau sesudah obat tertentu. Karena antasida dapat memakan waktu satu jam atau lebih untuk mulai bekerja, dokter mungkin akan menyarankan untuk menggunakan H2 blocker seperti Zantac (ranitidine) dalam kombinasi dengan antasida.

Jika Anda masih tidak merasakan perbaikan kondisi, dokter dapat merekomendasikan proton pump inhibitor sepeprti Prilosec (omeprazole).

7. Hindari penggunaan pakaian ketat

Pakaian yang ketat di area pinggang bisa menekan perut, memaksa makanan ke atas menuju LES.

Meskipun pakaian ini dapat membuat Anda terlihat lebih ramping, pakaian ketat juga dapat meningkatkan kemungkinan kejadian refluks asam lambung bahkan jika Anda tidak menderita GERD.

Sebagai aturan umum, yang terbaik adalah menghindari ikat pinggang yang ketat, pakaian dalam ketat, celana yoga, dan celana ketat jika Anda menderita GERD. Sebagai gantinya, pilihlah pakaian yang longgar.

8. Hindari stres

Melansir Health Line, stres sendiri belum terbukti dapat menyebabkan refluks asam lambung dan heartburn.

Namun, stres dapat menyebabkan perilaku yang memicu refluks asam lambung.

Ketika Anda stres, Anda mungkin tidak mengikuti rutinitas normal Anda.

Anda tidak lagi makan, berolahraga, atau minum obat sesuai jadwal rutin Anda. Nah, gangguan ini bisa memicu asam lambung naik ke kerongkongan dan gejala heartburn.

Menemukan cara untuk mengurangi stres dapat membantu Anda dalam mengendalikan penyakit asam lambung Anda.

9. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu hal buruk yang dapat Anda lakukan jika Anda menderita GERD.

Asap rokok tidak hanya dapat mengiritasi kerongkongan, tetapi juga bisa meningkatkan produksi asam lambung dengan memicu peradangan pada lapisan lambung.

Selain itu, merokok bisa memperlambat pencernaan, memungkinkan makanan bertahan lebih lama di perut, sekaligus mengurangi produksi air liur yang diperlukan untuk menetralkan asam lambung.

Seiring waktu, merokok juga dapat menurunkan nada keseluruhan LES Berhenti mungkin tidak mudah, tetapi manfaatnya selalu lebih besar daripada risikonya.

Baca juga: Pangeran William Menolak Hadir di Pernikahan Anak Beckham, Pangeran Harry Tak Diundang

Berhenti merokok tidak hanya akan mengurangi risiko GERD tetapi juga dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena kanker tertentu, termasuk kanker kerongkongan.

Jika Anda tidak dapat berhenti, tanyakan kepada dokter tentang resep bantuan berhenti merokok.

Baca juga: BAU MULUT Jangan Sampai Ganggu Puasa Anda, Kenali 3 Penyakit Mulut dan Gigi Kerap Terjadi

(cr19/tribun-medan.com)

ASAM LAMBUNG - Gejala Asam Lambung, Hindari Makanan Pemicu GERD, Bagaimana kalau Stres?

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved