News Video
Menikmati Bubur Sop Anyang Makanan Khas Masjid Perjuangan 45 Saat Berbuka Puasa
Jelang lepas ashar, para warga sudah ramai membawa mangkuk di depan Masjid Perjuangan 45, yang beralamat di jalan HM Yamin, Kota Medan.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Fariz
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang lepas ashar, para warga sudah ramai membawa mangkuk di depan Masjid Perjuangan 45, yang beralamat di jalan HM Yamin, Kota Medan.
Puluhan orang baik anak anak hingga orang dewasa terlihat sabar menunggu untuk menambah bubur sob anyang. Tradisi itu berlangsung setiap bulan ramadan.
Masjid Perjuangan 45 sendiri menyiapkan bubur sop anyang sebagai menu berbuka yang sudah dilaksanakan selama puluhan tahun.
"Kalau untuk bubur sop anyang memang sudah sejak lama menjadi tradisi disini. Sudah sejak puluhan tahun," ujar Herman, pengurus BKM Masjid Perjuangan 45, Herman kepada Tribun, Senin (11/4/2022)
Setiap hari selama bulan suci ramadan, pihak masjid menyediakan 150 porsi bubur sop anyang kepada warga dan juga jamaah disana.
Bubur sop sendiri terbuat dari tepung beras, wortel, kentang dan juga sayuran anyang atau pakis yang dibubuhi kelapa dan kacang panjang.
Bubur itu dimasak oleh pengurus masjid, lalu dibagikan kepada warga disana.
"Kalau setiap hari ada sekitar 150 bubur yang kita buat dan dibagikan kepada warga sekitar dan juga jamaah yang akan berbuka di masjid. Ini memang menu utama disini," kata dia.
Masjid Perjuangan 45 sendiri dibangun sekitar tahun 1922. Umur masjid ini kini sudah memasuki satu abad.
Dulu, masjid ini merupakan tempat dimana para pejuang kemerdekaan berkumpul dan berjuang melawan penjajahan.
Karena rutinitas itu, masjid ini pun perna di bom oleh Inggris pada tahun 1945. Usai hancur, masjid ini kemudian didirikan kembali oleh masyarakat disana.
(cr17/www.tribun-medan.com).