Sembako dan Inflasi

Soal Inflasi di 8 Kabupaten dan Kota di Sumut, Begini Penjelasan BI Berkaitan dengan Sembako

Kpw BI Siantar menyinggung inflasi di 8 kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Utara serta menyangkut ketersediaan sembako

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Pematangsiantar menggelar rapat level tinggi dengan delapan TPID Kabupaten/Kota. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Pematangsiantar menggelar rapat level tinggi dengan 8 kepala daerah/perwakilan di wilayah kerjanya, yakni Siantar-Simalungun-Batubara-Asahan-Tanjungbalai-Labuhanbatu Utara-Labuhanbatu-Labuhanbatu Selatan (Sisi Batas Labuhan), Rabu (13/4/2022).

Yang menjadi pembahasan adalah pengendalian inflasi jelang Idul Fitri 1443 Hijriyah.

Kepala Kpw BI Pematangsiantar, Teuku Munandar menyampaikan, untuk mengendalikan inflasi pada momen Ramadan dan Idul Fitri, perlu ada koordinasi dan penguatan kelembagaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat. Turunnya daya beli masyarakat akan berdampak pada meningkatnya kemiskinan, menghambat investasi dan menurunkan daya saing daerah,” ujar Munandar.

Disampaikan Munandar, pengendalian inflasi bersifat urgensi. Sejumlah negara di dunia yang mengalami peningkatan inflasi yang tinggi membuat negara tersebut mengalami kekisruhan, seperti Venezuela dan Zimbabwe. 

Untuk itu, ujar Munandar menyampaikan, tren peningkatan inflasi yang umum terjadi pada momen Ramadan - Idul Fitri dan Natal - Tahun Baru harus dikendalikan bersama pemerintah daerah. Saat ini, inflasi di Sisi Batas Labuhan berada di posisi 0,77 persen.

Tahun ini, ucap Munandar, pemerintah menargetkan pengendalian inflasi pada posisi 3+1 persen. Hanya saja, untuk mengendalikan posisi tersebut, terdapat potensi tekanan dari dalam dan luar negeri menghantam upaya pemerintah mengendalikan inflasi

Di dalam negeri, potensi terjadi inflasi karena aktivitas masyarakat meningkat mengingat kelonggaran protokol kesehatan. Lalu daya beli masyarakat yang terdongkrak karena pencairan bansos dan THR. Adanya gangguang BBM bersubsidi serta kelangkaan minyak goreng di samping ketersediaannya dengan harga yang tinggi.

“Sebagai contoh, jumlah sampah di bulan Ramadan bertambah 10-20 persen. Itu terlihat di beberapa daerah di mana budaya konsumtif masyarakat kita meningkat. Kita tahu ada yang belanja makanan, beli horden, ngechat rumah, beli kendaraan dan lain-lain,” ujar Munandar.

Adapun potensi tekanan Inflasi dari luar negeri adalah pengaruh dari kndisi geopolitik Ukraina - Russia, kemudian kenaikan harga pangan, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat ‘The Fed’ dan kelangkaan kontainer.

“Indonesia masih mengimpor gandum dari Ukraina. Kemudian Rusia adalah pemain ekonomi dunia. Mereka (Rusia) produsen amonium nitrat terbesar dunia. 2/3 pasokan amonium nitrat dunia itu dari Rusia itu untuk pupuk.” ujar Munandar

“Lalu, 17 persen kebutuhan minyak nabati dunia dari Ukraina dan Rusia. Rusia juga memproduksi 40 persen kebutuhan gas Eropa,” jelas Munandar.

Koordinasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah (Pemda) perlu ditingkatkan pada momen Ramadan. Tim Pengendalian Inflasi Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota perlu melakukan langkah antisipatif seperti keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Adapun perwakilan kepala daerah yang hadir, yaitu Wali Kota Tanjungbalai Waris Thalib, Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga, Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung, Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi.

Kemudian ada Wakil Bupati Labuhanbatu Ahmad Fadly Tanjung, perwakilan Kota Pematangsiantar ada Asisten III Pardamean Silaen. Asisten II Kabupaten Asahan Harahap.

Ketersediaan Bahan Pokok di Sumut Aman 

Sementara itu Kepala Bulog Provinsi Sumatera Utara Arif Mandu menyampaikan sejumlah sembako tersedia untuk menjangkau kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Bahkan, untuk beras bisa bertahan hingga 4 bulan ke depan. 

“Ketersediaan Beras CBP 9.560 ton, Beras Kom 631,62 ton, Minyak Goreng 26,340 Liter, Gula 7,29 ton, dan Daging Kerbau 6,60 ton,” ujar Arif Mandu.

Arif menyebut, khusus gula dan daging akan ada penambahan persediaan. Oleh sebab itu, ketersediaan kebutuhan masyarakat bakal terpenuhi

“Kita akan ada penambahan, dalam perjalanan di mana untuk komoditi daging kerbau ada 12 ton, dan gula 200 ton,” pungkas Arif.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved