Kabupaten Deliserdang Junjung Tinggi Persatuan dan Kerukunan dalam Kebhinekaan

Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar menghadiri acara silaturahmi dan pembekalan Forum Komunikasi Pemuka Agama (FKPA) se-Kabupaten Deliserdang.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar menghadiri acara silaturahmi dan pembekalan Forum Komunikasi Pemuka Agama (FKPA) se-Kabupaten Deliserdang.  

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM- Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar menghadiri acara silaturahmi dan pembekalan Forum Komunikasi Pemuka Agama (FKPA) se-Kabupaten Deliserdang. 

Kegiatan itu berlangsung di Balairung Pemkab Deliserdang, Selasa (12/4/2022). 

"Silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen untuk bisa lebih memberikan arti bagi masyarakat Deliserdang. Membangun kebersamaan dalam keberagaman akan membuat Deliserdang menjadi daerah maju dan sejahtera dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinekaan," ujarnya saat memberikan kata sambutan dalam acara tersebut. 

Ia menambahkan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan forum yang dibentuk masyarakat yang difasilitasi pemerintah dalam rangka membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama. 

Selain itu, kata dia, FKUB dibentuk berdasarkan peraturan bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 8 dan 9 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah. 

Lalu, pelaksanaan tugas wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama. 

FKUB yang dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota bertujuan memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Tugas FKUB di kabupaten adalah melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi organisasi kemasyarakatan keagamaan. Dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan Bupati," katanya. 

Ia menuturkan, FKUB kabupaten juga melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan pada bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat dan pemberdayaan masyarakat. 

Kemudian, memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah, dan memberi pendapat tertulis untuk izin sementara pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadah. 

"Kabupaten Deliserdang dengan potensi wilayah serta keberagaman sosial kemasyarakatan yang demikian luas dan besar, tentu saja membutuhkan strategi dalam pembinaan kerukunan antar umat beragama. FKUB yang telah terbentuk, dalam pelaksanaan kebijakannya perlu didukung pelibatan pemuka agama di tingkat kecamatan. Hal ini merupakan keniscayaan, karena masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, sosial dan budaya tersebar di sepanjang wilayah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang. Dinamika dalam kehidupan sosial masyarakat akan dapat terdengar dan terlihat secara langsung oleh pemuka agama di masyarakat," ujarnya. 

Kabupaten Deliserdang, kata dia, sejak berdiri pemerintahannya telah menetapkan Bhineka Perkasa Jaya sebagai mottonya. Bahkan, sejak 15 tahun terakhir, pemerintahan telah menempatkan persatuan dan kerukunan dalam kebhinekaan sebagai visi pembangunannya.

Meski begitu, tidak bisa dipungkiri dengan adanya kemajemukan berpotensi memunculkan masalah yang rawan dan sering memicu ketegangan atau konflik antar kelompok termasuk masalah agama.

"Maka dari itu, diperlukan langkah-langkah strategis dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama. Langkah-langkah yang bisa diambil, antara lain pembina formal termasuk aparatur pemerintah dan para pembina non formal. Seperti, tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan komponen penting dalam pembinaan kerukunan antar umat beragama," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved