Breaking News:

Berita Medan

Mantan Wakil Wali Kota Medan Dilaporkan ke Polda Sumut Jadi Calo Jual Beli Lapangan Gajah Mada

Mantan Wakil Wali Kota Medan Ramli dilaporkan ke Polda Sumut karena dituding sebagai calo jual Lapangan Gajah Mada

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas Satpol PP Kota Medan terlibat aksi dorong dengan warga saat melakukan eksekusi tanah Lapangan Gajah Mada di Jalan Krakatau Medan, Selasa (9/3/2021). Puluhan warga yang menolak eksekusi tersebut sehingga terlibat bentrok dengan petugas Satpol PP, karena berdasarkan putusan Mahkamah Agung sah mengembalikan tanah kepada ahli waris. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Mantan Wakil Wali Kota Medan, Ramli Lubis dilaporkan ke Polda Sumut karena dituding menggelapkan uang Rp 2 miliar.

Tudingan penggelapan uang Rp 2 miliar ini berkaitan dengan kasus penjualan tanah Lapangan Gajah Mada di Jalan Krakatau, Medan Timur yang sempat ricuh beberapa waktu lalu.

Adapun pihak yang melaporkan Ramli Lubis adalah Bambang Rubianto.

Disebut-sebut, Bambang Rubianto ini adalah personel Polda Sumut.

Baca juga: Mantan Wakil Wali Kota Medan Bantah Jual Lapangan Gajah Mada Rp 3 Miliar Kepada Oknum Aparat

Adapun laporan Bambang Rubianto itu tertuang sesuai bukti lapor STTLP/B/86/1/2022/SPKT/POLDA SUMUT tanggal 17 Januari 2022.

Saat dikonfirmasi, Bambang Rubianto mengatakan bahwa Ramli Lubis telah menipunya dan ahli waris Lapangan Gajah Mada Medan sebesar Rp 2 Miliar lebih.

Dugaan penipuan itu bermula saat Ramli Lubis mengaku mampu menyelesaikan sengketa tanah Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau, Medan Timur antara Bambang Rubianto, ahli waris dan Pemko Medan tahun 2019 lalu.

Saat itu Ramli Lubis mengaku bisa menjadi calo penyelesaian tanah dimaksud, karena merasa masih punya 'taji' selaku mantan Wakil Wali Kota Medan.

Baca juga: Ricuh Eksekusi Lapangan Gajah Mada, Kasatpol PP: Ini Perintah Wali Kota Medan

Bahkan, Ramli Lubis saat itu mengaku paham betul jika tanah Lapang Gajah Mada tersebut punya ahli waris.

Bambang Rubianto yang disebut-sebut sebagai 'orang kepercayaan' developer kemudian diminta menyerahkan uang Rp 2 miliar untuk dibagi-bagikan ke pejabat lainnya.

Bambang yang mempercayainya langsung memberikan uang secara tunai dan transfer dengan total Rp 2 Miliar lebih.

"Pokoknya dia bisa menjamin menyelesaikan ini dengan menjembatani, nanti dibayar Pemko atau diselesaikan.
Karena dia mengatakan saya tau ini punya ahli waris," kata pelapor, Bambang Rubianto, Jumat (15/4/2022).

Baca juga: Seorang Personil Satpol PP Medan Terluka Setelah Terlibat Bentrok dalam Eksekusi Lapangan Gajah Mada

Sekitar dua bulan kemudian, pihak pelapor pun menagih janji Ramli Lubis.

Saat itu mereka meminta penjelasan apabila tidak bisa menepati janjinya, maka harus mengembalikan uang yang diserahkan ke Ramli Lubis.

"Uang ditarik, tetapi enggak selesai juga. Dia mengatakan, untuk pejabat kesana kemari uangnya, kata dia. Tetapi tahu kita kan harusnya selesai," kata Bambang Rubianto yang disebut sempat menjabat sebagai Perwira di Cyber Crime Polda Sumut ini. 

Baca juga: Massa yang Mengaku Ahli Waris Lapangan Gajah Mada Siap Mati Lawan Pemko Medan

Bambang Rubianto mengatakan, sengketa antara dirinya dan Pemko Medan masih bergulir.

Pemko Medan juga bersikeras menguasai lahan tersebut.

Sementara mantan Wakil Wali Kota Medan yang menyebut bisa menyelesaikan justru diduga menggelapkan uang yang sudah disetor.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved