Breaking News:

Berita Simalungun

Kejari Simalungun Tetapkan Pejabat PDAM Tirta Lihou Simalungun Sebagai Tersangka Korupsi

Kejaksaan Negeri Simalungun menetapkan dua pejabat PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun sebagai tersangka dalam pengadaan kegiatan sambungan air

Penulis: Alija Magribi | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / ALIJA MAGRIBI
Intelijen Kejati Sumut dan Intelijen Kejari Simalungun menggeledah kantor PDAM Tirta Lihou di Pematang Raya, Kamis (1/7/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kejaksaan Negeri Simalungun menetapkan dua pejabat PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun sebagai tersangka dalam pengadaan kegiatan sambungan air pada rumah masyarakat berpenghasilan rendah tahun 2018 dan 2019.

Dalam perkara ini, negara mengalami kerugian Rp 3,7 miliar.

Kasi Intelijen Kejari Simalungun, Asor Olodaiv Siagian menyampaikan berkas perkara korupsi atas nama tersangka Linda Sialagan dan Masriani Sinaga.

“Tersangka Linda Sialagan selaku Kasubbag Pengadaan dan Tersangka Masriani Sinaga selaku Kasubag Kas. Keduanya disangkakan dalam Pasal 2, dan Pasal 3 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korulsi sebagaimana telah di ubah dengan UU no. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ujar Asor.

Asor menyampaikan, perkara korupsi ini telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Medan untuk selanjutnya dilakukan persidangan. 

“(Berkas perkara) dilimpah hari Selasa, 19 April 2022,” ujar Asor.

Baca juga: Dua Malam Mengendap dalam Perburuan, Kapolres Samosir Sita 300 Batang Ganja dari Seluas 0,5 Hektar 

Baca juga: 12 Kuburan Di TPU Simalingkar B Ambruk, Camat Medan Tuntungan Minta Ahli Waris Lakukan Hal Ini

Sebagian informasi tambahan, Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sempat menggeledah kantor PDAM Tirtalihou, yang ada di Pematangraya, Kamis (1/7/2021) siang. Kejati bersama Seksi Intelijen Kejari Simalungun menggeledah sejumlah ruang di badan usaha plat merah milik Pemkab Simalungun itu.

Tampak pihak kejaksaan yang menggunakan rompi hitam list merah itu memeriksa seluruh ruangan di Kantor PDAM Tirtalihou. Dalam pengeledahan tersebut, pihak Kejaksaan meminta beberapa berkas dari para pegawai PDAM Tirtalihou.

Kasi Penkum Kejati Sumut - Sumanggar Siagian, saat itu membeberkan penggeledahan dilakukan terkait penanganan perkara dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan sambung rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum sebanyak dengan total sebanyak 4637 Sambungan.

Dalam kasus ini, kata Sumanggar tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum menetapkan tersangka, selain itu terkait kerugian negara katanya masih dilakukan perhitungan.

"Adapun total dana hibah yang dikelola untuk pemasangan SR-MBR mencapai Rp 14,1 Milyar, yang terdiri dari Hibah senilai Rp 6 miliar pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8,1 miliar pada tahun 2019," ucapnya.

Baca juga: EKS Kepala Bank di Medan Tertipu Investasi PT Rifan Financindo Berjangka, Uang Rp 2,1 Miliar Lenyap

Baca juga: PRIA Ditemukan Tewas dalam Kondisi Leher Tergorok dan Tubuh Terbakar, Begini Keterangan Polisi

(alj/tribun-medan.com)

 
 

 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved