Pakpak Bharat

Penjabat Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Ikuti Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah 2022

Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah menggelar acara puncak peringatan Hari Otda ke-26 pada Senin (25/4/2022).

Editor: Abdi Tumanggor
HO
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah menggelar acara puncak peringatan Hari Otda ke-26 pada Senin (25/4/2022). Penjabat Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, bersama Forkopimda Pakpak Bharat, turut mengikuti acara ini melalui aplikasi virtual zoom di Bale Sada Arih, Kompleks Kantor Bupati Pakpak Bharat. 

“Dalam dua tahun terakhir menghadapi tantangan pandemi Covid-19, saya juga tidak hentinya mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum selesai. ‘Low case doesn’t mean no case’ atau kasus Covid yang rendah bukan berarti tidak ada kasus,” tandasnya.

Terakhir, Mendagri menyampaikan, satu hal yang patut disyukuri, berdasarkan berbagai data dan indikator yang ada, Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu mengendalikan pandemi Covid-19. Hal ini diharapkan dapat dijadikan momentum untuk membangun kembali sendi-sendi ekonomi dan sosial masyarakat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional, setelah dua tahun terakhir berjibaku menghadapi pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro saat membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada “Peringatan ke-26 Hari Otonomi Daerah Tahun 2022” secara hybrid di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (25/4/2022).

Minta Kepala Daerah Intensif Monitor Stabilitas Harga Pangan dan Energi

Kemendagri juga meminta kepala daerah untuk intensif memonitor stabilitas harga pangan dan energi di daerahnya masing-masing. Upaya ini sebagai respons atas perang Rusia-Ukraina yang telah berdampak ke berbagai sektor, termasuk gangguan stabilitas ekonomi di dunia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro menjelaskan, di tengah situasi dunia yang telah menjadi kampung global, perang antara Rusia-Ukraina telah berdampak pada pola rantai ketersediaan dan permintaan pangan dan energi di banyak negara, termasuk Indonesia. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan berbagai gangguan, termasuk pada stabilitas ekonomi dunia.

“Bahkan, di beberapa negara sudah terjadi inflasi serta kenaikan harga pangan dan energi,” terangnya.

Dia menuturkan, bila Indonesia turut terdampak, maka otomatis akan berpengaruh ke seluruh daerah. Karena itu, dirinya menekankan, kepala daerah harus intensif memonitor stabilitas harga pangan dan energi di daerahnya. Hal tersebut dilakukan dengan menerapkan langkah yang cerdas untuk menjaga stabilitas harga-harga tersebut.

Sebagai informasi, saat ini di setiap daerah telah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda). Pembentukan tersebut didasarkan pada Surat Edaran Mendagri Nomor 511.2/3149/SJ tentang Pembentukan Satuan Tugas Ketahanan Pangan di Daerah.

“Oleh karena itu, saya berharap agar kepala daerah dapat terus secara intensif untuk berkomunikasi dan mengendalikan penuh Satgas Pangan tersebut,” harap Mendagri.

(*/tribun-medan.com/Puspen Kemendagri)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved