Berita Dairi

ARUS Mudik Lebaran, Polres Dairi Siagakan Personel di Jalur Rawan Macet

Pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

HO
Pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Arus mudik ini diperkirakan akan mulai memuncak pada tanggal 30 April 2022, sehingga dikhawatirkan akan membuat beberapa titik rute perjalanan menjadi macet.

Salah satunya jalan lintas Kabupaten Dairi, yang menjadi tempat penghubung antara Kota Medan dengan Provinsi Aceh.

Mengantisipasi hal itu, Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman sudah mempersiapkan beberapa titik lokasi yang dianggap menjadi salah satu titik kemacetan dalam arus mudik.

Dalam operasi ketupat tahun 2022 ini, jumlah personil yang tergabung dalam TNI - Polri, dan unsur forkopimda lainnya sebanyak 316 personil, dan akan di siagakan di beberapa titik pos pengamanan.

"Itu sudah kita tentukan di beberapa titiknya, salah satunya jalan menuju Kecamatan Silalahi, Jalan Lae Pondom yang menjadi pintu masuk Kecamatan Sidikalang, kemudian Simpang Salak menuju Kabupaten Pakpak Bharat, jalur perbatasan menuju ke Aceh," ujarnya kepada Tribun Medan, Rabu (27/4/2022).

Baca juga: Lucinta Luna Kisahkan Sel Penjaranya dan Vanessa Angel Hanya Terpisah Sekat, Mata Fuji Berkaca-kaca

Baca juga: Kasus OTT Bupati Bogor, KPK Amankan 12 Orang dan Uang Pecahan Rupiah

Apabila terjadi kemacetan, lanjut Wahyudi adapun langkah yang akan diambil oleh petugas dalam mengatasi kemacetan yakni dengan melakukan rekayasa arus lalu lintas.

"Kita akan membangun pos pengamanan, dan akan ditempatkan petugas disitu kemudian mempersiapkan jalur alternatif dan rekayasa arus lalu lintas," terangnya.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang menjadi penyebab kemacetan. Salah satunya adalah faktor alam.

"Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kemacetan, salah satunya longsor, pohon tumbang," katanya.

Mengantisipasi hal itu, pihaknya sudah berkordinasi dengan umsur Forkopimda untuk menantau situasi jalur yang dianggap rawan bencana, serta meletakkan kendaraan alat berat jika sewaktu - waktu terjadi bencana.

Selain di jalan, Perwira dengan pangkat melati dua itu juga mengungkapkan agar menjaga kondisi pasar jika terjadi lonjakan pembelian.

Termasuk salah satunya Pasar Sumbul dan Pasar Induk Sidikalang.

"Iya itu termasuk akan kita bangun juga pos pengamanan, untuk mencegah terjadinya lonjakan pembelian, dan tindak kejahatan seperti pencurian dan lainnya," terangnya.

Dirinya berpesan, kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk selalu memperhatikan kondisi rumah benar - benar saat ditinggalkan.
.
"Jangan lupa untuk memastikan kompor benar - benar dalam kondisi aman, lalu pintu juga jangan lupa di kunci, sehingga perjalanan mudiknya menjadi lebih nyaman," tutupnya.

Baca juga: SUDAH 4 Kali Nikah, Tapi Kini Betah Menduda, Ternyata Ini Alasan Andika Kangen Band tak Menikah Lagi

Baca juga: Ayahnya Punya Harta Melimpah, Putri Pasha Ungu Kepergok Makan di Warung Tenda Pinggir Jalan

(cr7/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved