Berita PSMS
PSMS Medan Gelar Seleksi Terbuka Pemain U-17 dengan Dua Tahap
PSMS Medan gelar seleksi pemain untuk usia U-17. Proses ini terbuka bagi pesepakbola muda yang ingin bergabung bersama skuat Ayam Kinantan junior.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan gelar seleksi pemain untuk usia U-17. Proses ini terbuka bagi pesepakbola muda yang ingin bergabung bersama skuat Ayam Kinantan junior.
Manajer PSMS U-17, Haposan Siregar, melalui Asisten Pelatih PSMS U-17, Azhari A Marpaung menyebutkan, proses seleksi ini dilakukan dengan dua tahap.
"Ini kita sedang berada di tahap I. Pertama sosialisasi seleksi dan administrasi. Kemudian nanti seleksi praktik lapangan," katanya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Kamis (28/4/2022).
Sambungnya, untuk tahap I para pendaftar harus memenuhi sejumlah syarat administrasi seperti akte lahir, ijazah, kartu keluarga, dan NISN. Menurutnya, persyaratan ini linear dengan regulasi kompetisi.
Untuk tahap kedua, seleksi praktik lapangan bakal dilaksanakan selama tiga hari, sejak 26 hingga 28 Mei mendatang, di Stadion Kebun Bunga, Medan.
"Pendaftaran dan registrasi dilakukan sejak 25 April hingga 22 Mei. Seleksi ini untuk pemain kelahiran 2005 dan 2006," ujarnya.
Disinggung mengenai target pemain yang bakal diambil, coach Azhari menyebutkan, pihaknya bakal menjaring 22 hingga 25 pemain untuk keseluruhan posisi.
Ia juga mengaku, para pesepakbola muda yang akan mendaftar harus memenuhi karakter khas PSMS Medan yaitu bermain dengan filosofis keras namun tetap sportif yang sering disebut dengan 'rap-rap'.
"Itu ciri khas kita, kita tidak mungkin meninggalkannya. Tapi itu di combine dengan, sepakbola modern. Pemain harus yang punya visi dan progress," ucapnya.
Dijelaskannya, berdasarkan arahan dari Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) Arifuddin Maulana dan Manajer PSMS U-17, Haposan Siregar, target dibentuknya tim ini untuk menjadi bank pemain bagi skuat senior.
Tambah Azhari, calon pemain yang ingin mendaftar juga diharuskan memakai jersey PSMS Medan selama mengikuti proses seleksi.
Hal ini bertujuan, secara psikologis si pemain sudah menyatu dengan ruhnya PSMS Medan. Sebagaimana telah ditetapkan, pemain muda Ayam Kinantan mesti memiliki spirit PSMS.
"Selain itu, persoalan etika juga kita nilai. Terkadang ada pemain yang mempunyai skill bagus dan layak tapi etika kurang. Itu kita tidak mau. Kalau bisa berimbang, skill bagus dan etika juga bagus," katanya.
Sejalan dengan itu, Azhari berharap, para pemain yang berhasil diseleksi nantinya merupakan yang terbaik. Ia menekankan, persoalan mental dan etika para pemain harus sudah matang.
"Para pemain tidak unggul hanya dari kualitas skill. Tapi juga pada mental dan etika. Karena menuju sepakbola prestasi, skill itu hanya 20 persen bobotnya. Selebihnya ada pada mental dan etika. Ditambah lagi ada dukungan dari lingkungan, termasuk keluarga dan sekolah," ujarnya.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sekolah-Sepakbola-SSB-yang-ada-di-Sumut-khususnya-Kota-Medan-mengikuti-seleksi-PSMS.jpg)