Berita Taput

ELPIJI Tanpa Pengenal Beredar di Siborongborong, Diduga Ilegal dan Hasil Oplosan

Penjualan elpiji ilegal diduga terjadi di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Tommy Simatupang
Tribun Medan/ Tarmizi Khusairi
Pengoplosan Gas Elpiji 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Penjualan elpiji diduga ilegal terjadi di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Pasalnya di daerah tersebut, marak ditemukan gas dengan kondisi plastik segel (plastic wrap) tanpa menyertakan identitas dari agen penyalur resmi Pertamina.

Dengan tidak adanya plastik wrap dan stiker demetalized yang merupakan syarat perizinan untuk memasarkan elpiji, memunculkan dugaan bahwa gas yang beredar adalah oplosan.

Bukan dari penyalur resmi Pertamina.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, William Pranata selaku manajer SPPBE PT Sumber Jaya, menyampaikan adanya tanda pengenal agen adalah sebuah keharusan.

“Iya, kita dari pihak SPPBE biasanya memasangkan plastic wrap ke elpiji tersebut. Sebagai pengenal. Nah, kalau tidak ada plastik wrap kita kurang tahu (asalnya dari mana), karena keberadaan identitas di plastic wrap di tabung gas adalah tanda pengenal agen,” ujar William.

Baca juga: PENGUNJUNG Danau Toba Naik Drastis, Pengelola Destinasi Wisata Senang Pendapatan Meningkat

Baca juga: Harta Kekayaan Anies Baswedan Naik 2 Kali Lipat Selama Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Kondisi peredaran elpiji tanpa plastic wrap pengenal agen penyalur di Siborongborong ini pun dinilai bisa memicu kekhawatiran masyarakat konsumen.

Pasalnya tanggung jawab perusahaan dan toko-toko kepada konsumen menjadi bias.

Pantauan Tribun Medan, gas yang beredar hanya dibalut stiker berwarna kuning tanpa keterangan.

Menurut warga, elpiji tersebut diperoleh dari toko yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Siborong-borong yang bernama Toko Sederhana.

“Kemarin beli enam tabung dari sana. Ada plastik wrap tapi kalau nama agennya nggak ada. Khawatir juga kalau ada apa-apa,” ujar Kevin.

Adapun kontak toko sederhana yang bisa dihubungi melalui pesan WhatsApp dengan nomor XXXXXXXXX888 hingga kini tak berbalas, kendati yang bersangkutan online.

Berkaitan dengan kasus ini, Ahmad Fernando, Sales Branch Manager Rayon III Pertamina MOR I menyampaikan pihaknya masih butuh melakukan pengecekan di lapangan.

Sekarang ini Pertamina hanya mencantumkan produk resmi Kalau segel atau sirkep hologram ini semuanya kan dari Pertamina pusat

“Kita kan ada Region I, Region II. Kita mesti cek dulu. Di dalam kota itu kan banyak itu stiker hologram, nah kita harus cek dulu,” singkatnya saat ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Simalungun.

Baca juga: Berlakukan one way arus Balik, Kapolda Sumut turun di Jalan Lintas Medan-Aceh

Baca juga: Fadel Islami tak Tampak di Foto Keluarga Muzdalifah, Keutuhan Rumah Tangga Eks Nassar Dipertanyakan

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved