Berita Simalungun

Duh, Sampah dari Wisatawan dan Rumah Tangga di Parapat Capai 60 Ton/Hari

Sampah yang bersumber dari wisatawan dan rumah tangga di Parapat capai 60 ton dalam sehari

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Petugas kebersihan dari Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dihadapi dengan tingginya tingkat sampah wisatawan pada momen Lebaran dan Cuti bersama Mei 2022 - TRIBUN MEDAN-HO 

TRIBUN-MEDAN.COM,PARAPAT- Sejak menjadi primadona wisatawan, Kota Wisata Parapat kini dihadapkan dengan masalah sampah yang meningkat drastis.

Selama hari libur Lebaran 1443 Hijriyah dan cuti bersama, jumlah sampah yang ditangani pihak kecamatan mencapai 60 ton per hari.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Maruwandi Yosua Simaibang yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (7/5/2022) petang, menyampaikan pihaknya saat ini menggerakkan dua sif pengumpulan sampah

Tujuannya, agar sampah tak menumpuk dan menimbulkan pemandangan buruk di Kota Wisata Parapat.

Baca juga: Bobby Nasution Apresiasi Gagasan Sampah Jadi Uang, Minta Sosialisasikan Masif

“Jumlah tonase sampah diperkirakan di atas 60 ton per hari selama libur lebaran dan cuti bersama tahun 2022. Dan diupayakan dengan (pembagian) sif pagi dan malam untuk dikurangi pada titik-titik strategis,” kata Yosua. 

Menangani sampah di tengah tingginya kunjungan wisatawan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon mengerahkan 7 orang tenaga harian kecamatan, dan 6 personel sweeper. 

“6 ASN pria di kecamatan termasuk Camat dan Sekretaris Kecamatan juga diberi tugas yang sama dalam menangani sampah. Satuan petugas sampah hanya dari kecamatan,” kata Yosua.

Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sendiri, ujar Camat, telah melakukan beberapa teknis penanganan sampah, seperti menormalisasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang crowded. 

Baca juga: Pedagang Tahu Goreng Jualan di Tol Palimanan Cikopo KM 72, Sampah Plastik Berserakan

Kemudian melakukan pengaturan jadwal pengangkutan sampah selama masa lebaran, alokasi tenaga petugas kebersihan khusus sweeper sampah sampah di jalan-jalan utama kota Parapat

Hanya saja, Yosua masih menyayangkan bahwa di tengah upaya melestarikan Danau Toba sebagai destinasi superprioritas nasional, aksi buang sampah sembarangan masih terjadi di Parapat. Jiwa sadar wisata belum tertanam pada pengunjung.

“Hasil temuan kondisi sampah berserakan masih menjadi kebiasaan di tengah tengah-tempat wisata yang berasal dari pengunjung (areal jalan-jalan dan pedestrian). Lalu sampah restoran, rumah makan dan sampah hotel yang mana kuantitas lebih banyak 3 kali dibanding hari libur Sabtu dan Minggu (di luar cuti bersama)(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved