Breaking News:

Berita Simalungun

Penebangan Liar Pohon di Sungai Bah Bolon Dikhawatirkan Picu Bencana, Aparat tak Ada yang Bertindak

Penebangan liar pohon di daerah aliran Sungai Bah Bolon dikhawatirkan memicu bencana longsor

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/Anugrah Nasution
Penemuan potong potong kayu di kawasan daerah aliran Sungai Bah Bolon oleh pengiat lingkungan dari Komunitas Pecinta Sungai Bah Bolon, Helvrin Maranatha Hutabarat. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Aksi penebangan liar pohon di daerah aliran Sungai Bah Balon, Simpang Pane, Nagori Pematang Panei, Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungin makin mengkhawatirkan.

Sayangnya, sampai detik inim aksi penebangan liar pohon itu tidak ditindak aparat penegak hukum.

Sejumlah perambah liar dengan bebas mengeksploitasi alam, tanpa memikirkan dampak kedepannya bagi masyarakat di Kabupaten Simalungun.

Menurut anggota Komunitas Pecinta Sungai Bah Bolon, Helvrin Maranatha Hutabarat, pohon yang ada di sepanjang aliran Sungai Bah Bolon ditebangi untuk kepentingan komersialisasi.

 

 

"Kayu-kayu sudah dipotongi. Kemudian kayu tersebut ada yang sudah diolah dan diangkut," kata Helvrin, Sabtu (7/4/2022). 

Ia mengatakan, bahwa penebangan liar pohon di kawasan Sungai Bah Bolon ini terjadi di areal hampir seluas 1.200 meter persegi.

Menurut pantauan yang ia lakukan, pohon yang ditebangi itu kayunya dijual oleh para pelaku. 

"Kira kira luas lahan yang ditebang itu 6 rantai. Pohon yang ditebang rata-rata usianya berkisar 50 tahun," kata Helvrin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved