Dugaan Pungli

Orangtua Siswa Ngeluh Ada Kutipan Rp 50 Ribu Ambil SKTL, Kepala SMA Negeri 2 tak Ngaku

Orangtua siswa SMA Negeri 2 di Sidikalang ngeluh karena dikutip Rp 50 ribu saat ambil SKTL sang anak di sekolah

Int
SMA Negeri 2 Sidikalang 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIDIKALANG - Orangtua siswa di SMA Negeri 2 Sidikalang ngeluh karena dikutip Rp 50 ribu saat mengambil Surat Keterangan Tanda Kelulusan (SKTL) oleh pihak sekolah.

Alasan pengutipan uang itu katanya sebagai biaya administrasi.

Namun, sepengetahuan orangtua, tidak ada biaya yang dimaksud. 

"Anak saya dimintai uang Rp 50 ribu untuk ambil surat tanda kelulusan itu. Kalau tidak dibayarkan, ya enggak dikasih suratnya," kata orangtua siswa minta namanya tidak dimuat dalam pemberitaan, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: PPDB SMA Sederajat Dibuka, Pendaftar di Hari Kedua Sudah Tembus 2.000 Lebih

Sumber mengatakan, bahkan ada orangtua siswa yang sebenarnya tidak mampu untuk membayar kutipan itu.

Ketika mengambil SKTL, ada orangtua yang membawa uang Rp 10 ribu.

"Bahkan ada yang rela harus pulang ke rumah karena dimintai duit," kata sumber.

Dia berharap, kutipan-kutipan semacam ini bisa ditertibkan.

Sebab, tidak semua orangtua siswa ini punya uang atau berlatarbelakang keluarga mampu.

Baca juga: PPDB Online Segera Dibuka, Disdik Medan Buka Empat Jalur

"Makanya kami terkejut, kok bisa sampai segitu harganya untuk mengambil surat keterangan itu aja," tambahnya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 2 Sidikalang, Parlen Sihaloho tidak mengaku ada kutipan di sekolahnya.

Kata Parlen, pihaknya tidak pernah memintai uang untuk penyerahan SKTL.

"Tidak ada kutipan untuk pengambilan SKTL di SMA Negeri 2 Sidikalang," tegasnya.(cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved