Breaking News:

Pohon Tumbang

Kepala Taman Wisata Alam Sibolangit Sebut Masih Ada Potensi Pohon Tumbang, Warga Diminta Waspada

Bencana alam pohon tumbang diprediksi masih bisa terjadi kembali mengingat kondisi cuaca yang terus-terusan hujan

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
HO
Suasana lalu lintas di jalur Medan-Berastagi saat ini setelah adanya pohon dan tiang listrik tumbang yang menyebabkan arus lalulintas sempat lumpuh total, Rabu (11/5/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Kepala Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Samuel Siahaan menjelaskan pohon yang tumbang di Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang bukan masuk bagian TWA.

Meski demikian, Samuel mengatakan bahwa masih ada potensi pohon lain yang tumbang kembali meskipun tingkat kerawanannya kecil.

Curah hujan yang tinggi dan angin yang kencang mempengaruhi semuanya.

"Kalau yang tadi malam bukan masuk kawasan TWA, kalau TWA hanya di Km 35 sampai 38 setelah jembatan Sembahe. Kalau potensi tumbang lagi ya bisa saja ada tapi kecil karena kita jugakan kalau ada yang mau tumbang ya kita pangkas. Kita jugakan nggak boleh menebang kayu secara sembarangan," ucap Samuel Siahaan Rabu, (11/5/2022).

Baca juga: Kendaraan Jalan Merayap Setelah 12 Jam Macet Total Jalur Medan-Berastagi, Polisi Upayakan Kelancaran

Ia menghimbau agar pengendara yang melintasi kawasan Sibolangit untuk tetap waspada saat dalam kondisi hujan.

Disebut lebih baik mengurangi mobilitas disaat hujan dan jangan terlalu memaksakan untuk perjalanan.

Selain jenis pohon angsana pohon yang sering tumbang biasanya ada yang jenis trambesi dan ketapang.

"Kalau kita ada permintaan masyarakat ya bisa kita tebang dan itu pun kita lihat juga memungkinkan tidak untuk ditebang. Menebangnya tergangung situasi juga kalau memang kita lihat bisa ditebang ya kita tebang," kata Samuel.

Baca juga: Arus Lalin Medan-Berastagi Diklaim Sudah Lancar Setelah 12 Jam Macet Total

Pohon yang tumbang di kawasan Kecamtan Sibolangit pada Selas, (10/5/2022) malam membuat pengendara yang melintas dari Medan-Karo atau sebaliknya menjadi macet.

Hal ini pun dijadikan pengalaman menyedihkan oleh Ayu warga Sunggal yang baru tengah liburan.

"Kami sampai rumah jam 11 siang, padahal gerak dari Berastagi pukul 20.30 WIB. Sedih kali lah tadi malam kejadian terjebak macet. Tidur kami semuanya di dalam mobil karena nggak sama-sakali bergerak sedikit pun. Perjalanan liburan yang paling lelah lah jadinya," kata Ayu.

Ibu satu orang anak ini menyebut, pada saat itu keluarganya liburan tiga mobil.

Karen mobil juga melaju beriringan, rombongan keluarganya semua terjebak.

Baca juga: Tim Patroli Pengurai Macet Polres Labuhanbatu Bantu Pengguna Jalan yang Barang Bawaan Terjatuh 

Selain ada yang tidur di mobil yang terparkir di jalan, ada juga yang tidur di dalam mobil yang terparkir di area halaman rumah makan.

"Karena bawa tamu dari Jambi, makanya ke Berastagi. Ada saudara yang datang lebaran ini ke rumah, jadi kami bawa liburan ke Berastagi, tapi rupanya pulangnya ngalami seperti ini. Kalau tadi malam itu di Berastagi enggak lebat hujannya dan saat kami terjebak macet itu nggak hujan pun.

Di bawah sampai sembahe yang hujan rupanya ada pohon dan tiga tiang listrik juga yang tumbang rupanya,"kata Ayu. (dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved