Korupsi Dana Penanggulangan Covid 19

Korupsi Dana Penanggulangan Covid-19 Sekda Samosir, Saksi Beberkan Fakta Mencengangkan

Saksi ungkap fakta mencengangkan terkait korupsi dana penanggulangan Covid-19 yang melibatkan Sekda Samosir Jabiat Sagala

Editor: Array A Argus
HO/Tribun Medan
Jabiat Sagala, Tersangka Korupsi Bansos Covid 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Saksi dalam kasus korupsi dana penanggulangan Covid-19 dengan terdakwa Sekda Samosir, Jabiat Sagala mengungkap fakta mencengangkan di persidangan.

Adapun saksi yang membeberkan fakta-fakta tersebut yakni mantan Direktur Utama RSUD, Dr Hadrianus Sinaga Pangururan, dr Priska Situmorang.

Dalam keterangannya, Dr Hadrianus mengatakan bahwa pada saat dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Samosir Nomor 88 tanggal 17 Maret 2020 tentang Penetapan Status Bencana Non Alam Covid 19 di Kabupaten Samosir, yang menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam sejak tanggal 17 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2020 belum ada pasien yang terpapar Covid-19.

"Kalau saya lihat, saat itu hanya kepanikan saja pak," katanya menjawab pertanyaan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Edison, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Sekda Samosir Jabiat Sagala Ditangkap Kejati Sumut, Vandiko Gultom Lantik Hotraja Jadi Pengganti

Saksi mengaku sempat menerima uang untuk dana Covid-19 di Rumah Sakit dari terdakwa Mahler Tamba, yang merupakan mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir.

"Saya menerima anggaran saat itu Rp 100 juta secara cash dari terdakwa Maher Tamba. Awalnya dia menghubungi melalui telpon dia bilang untuk mengambil dana Covid-19, lalu uangnya diambil di ruangannya. Setelah menerima uang itu saya serahkan ke bendahara rumah sakit," katanya.

Namun anehnya saat dicecar Jaksa kemana uang tersebut dipergunakan selanjutnya, saksi mengaku uang tersebut tidak terpakai sama sekali dan langsung dikembalikan ke kas daerah di hari itu juga.

Baca juga: SISA Anggaran Naik 75 Persen, Rajuddin Sagala Minta Walikota Bobby Lebih Selektif

"Saat itu sama sekali tidak terpakai pak, uangnya langsung saya kembalikan tidak sampai satu hari, karena saat itu tidak ada pasien Covid-19 di rumah sakit," ungkapnya.

Saat dicecar jaksa mengapa uang tersebut langsung dikembalikan tanpa dibelanjakan apapun, saksi mengaku selain belum ada pasien terkonfirmasi covid-19 saat itu, pihak rumah sakit juga menerima banyak bantuan.

"Saat itu kita menerima banyak bantuan dari luar, makanya uangnya kita pulangkan, dan tidak ada pasien Covid-19 di rumah sakit saat itu," katanya.

Dalam sidang tersebut saksi juga mengungkapkan bahwa dalam penetapan status bencana Non Alam Covid 19 di Kabupaten Samosir, sejumlah pejabat turut hadir dan sepakat.

Baca juga: SEKDA Jabiat Sagala Ditangkap Kejatisu, Hotraja Sitanggang Diangkat jadi Plh Sekda Kabupaten Samosir

"Semuanya setuju," ujarnya.

Sehingga di rapat berikutnya, kata saksi muncul usulan pengadaan makanan tambahan, ia mengatakan hal tersebut diajukan oleh pimpinan rapat yang tidak lain adalah terdakwa Jabiat Sagala

"Pimpinan rapat, pak sekda (yang mengajukan)," ujarnya.

Usai memeriksa saksi, lantas Majelis Hakim menunda sidang pekan depan masih mendengar keterangan saksi lanjutan.(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved