Breaking News

Berita Medan

Mantu Presiden Bobby Nasution Curhat Ngaku Sempat Dibenci Masyarakat

Bobby Nasution sempat curhat di hadapan sejumlah pejabat bahwa dirinya sempat dibenci oleh masyarakat karena hal ini

Editor: Array A Argus
HO
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menjadi pembicara dalam Apel Dansat Tersebar Kodam I/BB TA 2022 di Aula Sahlan Siregar Yonif Raider, Sei Bingei, Langkat, Kamis (19/5/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution curhat bahwa dirinya sempat dibenci masyarakat.

Menurutnya, pengalaman dibenci masyarakat itu ia terima ketika baru saja menjabat sebagai Wali Kota Medan.

Di usia yang masih 29 tahun, Bobby Nasution mengakui betapa beratnya menjadi Wali Kota Medan.

Sebab, dirinya harus memimpin pejabat ataupun pegawai Pemko Medan yang usianya beda jauh dari dirinya.

Baca juga: Singgung Covid-19 Melandai, Bobby Nasution Undang Bupati se-Sumut Hadiri Ultah Kota Medan

Bahkan, banyak pegawai Pemko Medan itu dianggapnya lebih senior. 

"Ketakutan dalam mengambil keputusan sedikitnya harus dihilangkan tanpa mengabaikan risikonya, sehingga keputusan dalam mensejahterakan masyarakat dapat dilakukan," ungkap Bobby saat menjadi pembicara dalam Apel Dansat Tersebar Kodam I/BB TA 2022 di Aula Sahlan Siregar Yonif Raider, Sei Bingei, Langkat, Kamis (19/5/2022).

Dikatakan Mantu Presiden RI ini, agar dapat memimpin para pejabat ataupun pegawai yang lebih senior, ia pun menggunakan konsep kolaborasi untuk sama-sama membangun kota Medan.

Baca juga: Momen Kedekatan Bobby Nasution Bersama Sedah Mirah, Mulai Dari Main Mobil Hingga Tangkap Belalang

"Kolaborasi ini tidak hanya dilakukan di lingkungan Pemko Medan tapi juga untuk Forkompinda serta seluruh stakeholder yang ada di kota Medan," ujarnya.

Tak hanya di lingkungan di Pemko Medan, Bobby menuturkan juga bahwa saat banyaknya turunan keputusan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun Pemko Medan yang dilakukan, tak jarang saat itu banyak masyarakat yang mengeluh ataupun membencinya.

Bobby mengambil contoh saat Pemko Medan mengambil kebijakan untuk memadamkan lampu kota agar masyarakat tidak keluar rumah. 

"Mesti banyak yang mempertanyakan, namun keputusan ini harus dilakukan agar masyarakat tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved