Breaking News:

Kerajaan Prancis

KISAH Diane de Poitiers, Gundik Raja Prancis yang Mayatnya 'Dinodai' saat Revolusi Prancis

Bagi Diane memiliki anak-anak adalah hal yang sangat penting, sehingga dia rutin menyeret Henry ke kamar Catherine untuk berhubungan badan.

Editor: Abdi Tumanggor
intisari
Kisah Diane de Poitiers (ilustrasi). 

Bagi Diane memiliki anak-anak adalah hal yang sangat penting, sehingga dia rutin menyeret Henry ke kamar Catherine untuk berhubungan badan.

Diane juga menjadi penasihat tidak resmi untuk Henry untuk seluruh pemerintahannya. 

Status Diane diakui secara terbuka, sampai-sampai pejabat dan bangsawan yang berkunjung menyambutnya dengan rasa hormat yang hampir sama seperti Ratu sendiri.

Bahkan Mary, Ratu Skotlandia, menikmati kebersamaan dengan Diane, lebih dari calon ibu mertuanya.

Sayangnya, seperti semua gundik, posisi Diane hanya bergantung pada Henry. 

Henry memberi Diane gelar dan properti, termasuk Chateau de Chenonceau di Lembah Loire.

Namun, setelah kematian Henry tahun 1559, Catherine mengganti properti Diane dengan yang lebih rendah.

Diane juga tidak memiliki posisi lagi setelah kematian Henry dan meninggal di istana pada 1566. 

Selama Revolusi Prancis, makamnya dibuka, mayatnya dinodai dan dibuang ke kuburan massal.

Dia dimakamkan kembali di makam pada tahun 2010.

(*/tribun-medan.com/intisari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved