Breaking News:

Menghimpun Cuan dari Kuliner Pepes Medan

Parutan kelapa ini kemudian dibumbui bawang, cabai, kunyit, dan rempah lainnya, diberi varian isi tergantung selera.

Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
jejeran pepes di warung Tri Al Foods di Jalan Tempuling, Medan, Kamis (19/5/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pepes, masakan Nusantara berbahan utama kelapa parut yang cukup dikenal. Wajar saja karena beberapa daerah memilikinya, hanya ada sedikit perbedaan komposisi bumbu atau isian. Sejumlah daerah dan suku di Sumatera seperti Aceh, Padang, Melayu mengenal masakan ini, bahkan pada suku Jawa juga ada yang dikenal dengan nama Botok. Wajar kalau kemudian makanan ini cukup favorit.

Untuk Anda yang suka dengan hal-hal praktis, membuat pepes sedikit merepotkan. Pemilihan bahannya juga butuh ketelitian, di mana untuk mendapatkan citarasa yang pas dibutuhkan kelapa yang sedang saja, artinya tidak terlalu tua, juga tak muda, Kamis (19/5/2022.

Setelah mendapatkan bahan, proses memasak tak kalah ribet. Untuk beberapa jenis pepes, misalnya pepes Aceh, kepala parut harus dhaluskan lagi hingga lembut teksturnya saat disantap.

Parutan kelapa ini kemudian dibumbui bawang, cabai, kunyit, dan rempah lainnya, diberi varian isi tergantung selera. Ada pilihan ikan, udang, ikan teri, cumi, atau para vegan bisa menjadikan tahu sebagai isiannya.

Sebagian juga mencampurnya dengan sayuran, misalnya daun ubi atau daun kemangi. 

Baca juga: NIKMATNYA Mie Tarempa, Kuliner Khas Kepulauan Riau dengan Sensasi Kuah Segar & Taburan Ikan Tongkol 

Setelah semua bahan dicampur, dibungkus sedemikain rupa menggunakan daun pisang. Selanjutnya dikukus hingga masak. Ups... tunggu dulu, proses memasak belum selesai.

Setelah dikukus, pepes harus dibakar hingga menimbulkan aroma yang sungguh mengundang selera. Selain itu, citarasa bakar dengan balutan daun pisang semakin membuat makanan ini sedap disantap. Ditemani nasi panas, rasanya sungguh tak terlupakan. 

Untuk Anda yang tak suka ribet tapi menyukai makanan khas ini, membeli menjadi pilihan terbaik. Salah satunya ada di Jalan Tempuling, Medan, persisnya di depan Khop Kupi. Di kedai pepes ini, ada beberapa pilihan isian pepes yakni Ikan Kembung Aso, Udang, dan Tahu Teri.

Harga yang dibanderol berbeda tergantung isian. Untuka isian Tahu Teri, harga dipatok Rp 5.000 per piece. Sedangkan Ikan Gembong Aso Rp 10 ribu, dan Udang Rp 12 ribu. Kedai ini biasanya buka mulai pukul 09.00 dan menjelang siang atau sekitar pukul 13.00 WIB, pepes sudah ludes.

Pepes di sini memiliki citarasa gurih dan sedikit pedas dengan cabai yang dihaluskan menyatu dengan bumbu lain. Selain pilihan isian, terdapat juga daun ubi sebagai pelapis, membuat masakan ini semakin komplit. 

Warung yang diberi nama Tri Al Foods ini dimiliki dan dikelola oleh Susilawati alias Wati. Selain menyajikan menu pepes, terdapat juga Ayam Geprek Sambal Matah. Khusus menu Ayam Geprek, dikatakan perempuan berdarah Bugis ini, tersedia hingga pukul 21.30 WIB.

Resep pepes ikan ini dipelajari Wati dari sang mertua, Any Khosasih yang berdarah Tionghoa. Untuk penjualan, menurut Wati, Pepes Tahu paling favorit, selanjutnya Pepes Kembung Aso, dan terakhir Pepes Udang.

Ditambahkannya, pepes dengan menu yang sama juga tersedia di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah, Jalan Mustafa Kampung Dadap Medan, denga Usaha ini dijalankan oleh Maulana Husein yang masih keluarga Wati, dengan brand Pepes Khas Medan bernama Warung Bunda Shifa.

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved