Breaking News:

Tidak Sedikit Camat Kurang Peduli, Asisten-1 Pemkab Deliserdang Tegaskan 10 Camat Kurang Peka

Asisten-1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Drs Citra Effendi Capah

Editor: jefrisusetio
istimewa
Asisten-1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Drs Citra Effendi Capah memimpin rapat koordinasi penataan kecamatan 

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM- Asisten-1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Drs Citra Effendi Capah memimpin rapat koordinasi penataan kecamatan dan masalah-masalah urgen. 

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai-II, Kantor Bupati Deliserdang. 

"Melihat kondisi kecamatan, dalam masalah penertiban, penataan, baik PKL dan jalan. Tidak bisa dinafikan jika dalam penataan ini relatif kurang fokus, tentu kita menyadari karena memang sedang fokus dalam penanganan pandemi Covid-19," ujarnya saat memimpin rapat. 

Ia menambahkan, situasi sudah membaik dan penataan-penataan di kecamatan harus tetap menjadi perhatian pemerintah. 

"Camat sebagai kepala pemerintahan di kecamatan masing-masing, harus fokus dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya," katanya. 

Menurutnya, camat merupakan perpanjangan tangan bupati sehingga kecamatan merupakan cermin dari bupati. Apalagi, bupati sudah memberikan tanggungjawab kepada rakyat. 

Lebih lanjut, ia bilang ada beberapa kecamatan yang terlihat kurang serius dalam melakukan penataan. Sebab, dari 22 kecamatan, baru 12 kecamatan yang menyerahkan laporan kepada bupati. 

"Ada 10 kecamatan yang apakah tidak open (bahasa Jawa, artinya peduli), tidak peka. Ini harus menjadi catatan bagi para camat. Agar ini bisa dirapatkan. Uraikan permasalahannya, langkah-langkah yang telah diambil, perangkat daerah mana yang terkait, dan apa rencana tindak lanjut yang akan diambil," ujarnya. 

Tidak hanya itu, ia menyebutkan bupati sering berkeliling ke kecamatan tanpa pemberitahuan. Tujuannya bisa melihat penataan yang dilakukan pada kecamatan. 

"Bupati ketika berkeliling ke kecamatan-kecamatan, memantau sampah di jalan, PKL memakan badan jalan yang sudah semrawut, melihat jalan dan parit yang rusak. Beliau menganggap ini adalah tanggungjawabnya. Sebagai beban moril sebagai bupati. Diberi kepercayaan memimpin kabupaten Deliserdang. Merasa teririslah hatinya, melihat kondisi tersebut. Camat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk peka atas semua hal itu," ungkapnya. 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved