Bunga Bangkai Tumbuh di Perkarangan Rumah Warga di Medan

Nafsiah mengaku tidak mengetahui jika bunga mungil yang tumbuh sejak beberapa bulan lalu itu merupakan bunga bangkai.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Eti Wahyuni
Bunga Bangkai Tumbuh di Perkarangan Rumah Warga di Medan
Tribun Medan
Nafsiah menunjukkan bunga bangkai yang tumbuh di halaman rumahnya di Jalan Turin, Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemandangan langka terjadi di salah satu rumah warga yang berada di Jalan Turin, Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Petisah. Pasalnya di rumah Nafsiah (58), tumbuh bunga Raflesia atau yang dikenal dengan sebutan bunga bangkai.

Bunga yang mengeluarkan aroma bau menyengat hidung itu kini telah tumbuh sekitar 30 cm.
Kini, bunga dengan nama latin Amorphophallus Paeoniifoliu itu sudah tiga hari mengeluarkan aroma bau yang mengundang lalat.

Nafsiah mengaku tidak mengetahui jika bunga mungil yang tumbuh sejak beberapa bulan lalu itu merupakan bunga bangkai.

"Tidak tau, awalnya bapak bersih bersih diliat ada pohon tapi tidak tau pohon apa, kira-kira pas mau Lebaran itu sudah mulai nampak cuma masih kecil, jadi belum tau itu pohon apa," kata Nafsiah, kepada Tribun, Selasa (24/5).
Sang suami yang hoby menanam sayuran pun akhirnya membiarkan bunga tersebut tetap hidup.

Baca juga: Rela Tempuh Jalan Curam Demi Melihat Bunga Bangkai yang Cukup Langka

Seiring waktu, bunga semakin besar, dan sudah sejak tiga hari bunga bangkai mekar. Kata Nafsiah kini aroma bau bangkai pun mulai menusuk hidung.

"Sekarang memang bau sekali sampai ke rumah tercium aromanya. Apalagi waktu awalnya itu bunga mulai mekar, lalat banyak yang hinggap," katanya.

Meski bau menyengat hidung, Nafsiah senang banyak orang datang ke rumahnya untuk sekedar melihat bunga atau sekedar berfoto.

"Ya memang beberapa orang datang untuk melihat, jadi meski bau ya senang juga ada orang yang penasaran," kata dia.

Bunga Amorphophallus Paeoniifoliu memang tidak selangka bunga Kibut atau bunga bangkai raksasa dan bunga Raflesia. Namun ketiganya sama sama dalam satu spesies yang sama.

Meski begitu, Amorphophallus Paeoniifoliu sangat jarang ditemukan di perkotaan sebab bungan ini butuh tampat dan suhu yang baik untuk dapat tumbuh dan besar.

Penyebaran bunga ini sendiri biasa dilakukan oleh penyerbukan yang dilakukan hewan yang dapat membawanya hingga ke pusat kota.

Sementara untuk bunga bangkai raksasa atau Kibut memerlukan waktu sekitar 5 tahun untuk dapat hidup dan tumbuh, hal itu lah yang kemudian membuat bunga ini menjadi langka.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved